Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Menguat ke Rp17.138, Dipicu Harapan Meredanya Ketegangan AS-Iran

Rupiah Menguat ke Rp17.138, Dipicu Harapan Meredanya Ketegangan AS-Iran Kredit Foto: Antara/Reno Esnir
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat ke level Rp17.138 pada perdagangan Kamis (16/4/2026). Mata uang Garuda menguat tipis 4 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.143 per dolar AS.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah terjadi di tengah harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran, setelah muncul laporan bahwa Iran berpotensi mengizinkan kapal melintas di Selat Hormuz.

“Gedung Putih menyatakan optimisme pada hari Rabu tentang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran, sambil juga memperingatkan peningkatan tekanan ekonomi terhadap Teheran jika tetap menentang,” kata Ibrahim kepada wartawan.

Sumber yang dikutip Reuters menyebut Iran dapat mempertimbangkan untuk mengizinkan kapal berlayar bebas melalui sisi Oman di Selat Hormuz apabila tercapai kesepakatan untuk mencegah konflik baru.

Konflik AS-Israel dengan Iran sebelumnya telah memicu gangguan pasokan minyak dan gas global akibat terganggunya lalu lintas di Selat Hormuz, yang menangani sekitar 20% aliran minyak dan gas alam cair dunia.

Ibrahim menambahkan, pejabat AS dan Iran juga tengah mempertimbangkan untuk melanjutkan pembicaraan lanjutan di Pakistan paling cepat akhir pekan mendatang, setelah negosiasi sebelumnya berakhir tanpa terobosan.

“Kepala militer Pakistan, sebagai mediator, tiba di Teheran pada hari Rabu untuk mencoba mencegah terulangnya konflik,” ujarnya.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.000, Bos BTN Bilang Dampaknya Minim ke Kredit

Baca Juga: IMF Pangkas Outlook RI, Rupiah Langsung Terkapar

Baca Juga: BI Perkuat Intervensi untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Dari dalam negeri, penguatan rupiah turut didukung oleh perkembangan utang luar negeri (ULN) Indonesia. Posisi ULN pada Februari 2026 tercatat sebesar 437,9 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 434,9 miliar dolar AS.

Secara tahunan, ULN Indonesia pada Februari 2026 tumbuh 2,5% (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Januari 2026 sebesar 1,7% (yoy).

Peningkatan ULN tersebut terutama didorong oleh sektor publik, khususnya bank sentral, seiring aliran masuk modal asing ke instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara itu, posisi ULN swasta tercatat menurun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Advertisement