Kredit Foto: Sufri Yuliardi
“Dengan mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam sistem pendidikan formal dan kurikulum, kita membangun fondasi yang kuat, agar setiap individu mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak sepanjang hidupnya."
"Upaya ini memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara regulator, pendidik, industri, dan komunitas,” ujarnya.
OJK menekankan, edukasi keuangan tidak hanya terbatas di ruang kelas saja.
Maka dari itu, penguatan literasi dilakukan melalui platform digital, kampanye nasional, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan ekosistem yang inklusif.
Dalam momen yang sama, Chair OECD International Network on Financial Education Magda Bianco menyebutkan, literasi keuangan berperan penting sebagai tiang untuk memanfaatkan peluang dan mitigasi risiko, di tengah berkembangnya instrumen keuangan.
Baca Juga: Berantas Penipuan Online, OJK Gencarkan Edukasi dan Literasi Keuangan
“Kemudahan akses informasi, hadirnya berbagai instrumen investasi baru, serta maraknya informasi investasi dari sumber yang tidak selalu kredibel, menjadi peluang sekaligus risiko."
"Karena itu, kompetensi keuangan perlu dibangun sejak dini,” tutur Magda. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement