Mandiri Institute: Kelompok Menengah Jadi Penggerak Utama Belanja Ramadan-Lebaran 2026
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Dari sisi jenis belanja, pertumbuhan belanja didominasi oleh sektor non-esensial seperti fashion (6,4%), beauty care (4,9%), dan elektronik (4,7%). Hal ini berbeda dengan periode Ramadan-Lebaran 2025, dimana kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu belanja dengan pertumbuhan tertinggi.
“Kenaikan pada kategori ini mencerminkan peningkatan kepercayaan diri masyarakat dalam melakukan konsumsi diskresioner selama periode Ramadan-Lebaran 2026,” ujar Asmo.
Baca Juga: Realisasi Program Belanja Nasional Capai Rp184 Triliun, Momentum Ramadan Dongkrak Konsumsi
Secara keseluruhan, penguatan konsumsi domestik menegaskan peran permintaan dalam negeri sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Keberhasilan ini tidak terlepas dari efektivitas kebijakan pemerintah serta sinergi terintegrasi lintas sektor dalam menjaga daya beli masyarakat, termasuk melalui mekanisme distribusi THR yang berjalan lancar dan tepat waktu pada tahun ini.
Ke depan, Tim Ekonom Bank Mandiri memandang momentum ini sebagai fondasi yang kuat bagi keberlanjutan pertumbuhan konsumsi domestik. Dengan dukungan kebijakan fiskal yang terukur dan penguatan ekosistem pembayaran digital, daya beli masyarakat khususnya kelompok menengah, diproyeksi akan tetap terjaga sebagai penggerak utama perekonomian nasional di tengah fluktuasi ekonomi global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait:
Advertisement