Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dukung Pembiayaan Program Prioritas Pemerintah, POJK RBB Perkuat Pengawasan Kredit

Dukung Pembiayaan Program Prioritas Pemerintah, POJK RBB Perkuat Pengawasan Kredit Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun revisi POJK Rencana Bisnis Bank (RBB) guna meningkatkan transparansi dan pengawasan pembiayaan perbankan dalam mendukung program prioritas nasional.

Chief economist Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan bahwa RBB merupakan dokumen strategis yang mencakup perencanaan jangka pendek satu tahun dan jangka menengah tiga tahun, sehingga harus realistis serta terukur.

Dalam draf revisi tersebut, cakupan RBB dibuat lebih komprehensif, meliputi strategi manajemen, profil risiko, proyeksi rasio keuangan, pendanaan, permodalan, organisasi, hingga rencana penyaluran kredit atau pembiayaan untuk program pemerintah, termasuk sektor perumahan, ketahanan pangan, dan energi.

“Menurut saya, arah OJK ini baik karena mendorong bank memasukkan pembiayaan program prioritas ke dalam kerangka perencanaan yang dapat diukur dan diawasi sejak awal, bukan dibiarkan berjalan sebagai keputusan ad hoc,” kata Josua kepada Warta Ekonomi, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan, kebijakan ini memberikan kejelasan arah pertumbuhan kredit baru di tengah kapasitas intermediasi perbankan yang masih cukup kuat.

Data OJK menunjukkan, per Februari 2026 kredit perbankan tumbuh 9,37% secara tahunan, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 13,18%, rasio alat likuid terhadap DPK mencapai 27,4%, serta rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berada di level 25,83%.

Baca Juga: OJK Revisi RBB, Purbaya Dorong Perbankan Lebih Agresif Salurkan Kredit

Baca Juga: OJK Revisi Aturan RBB, Genjot Bank Salurkan Kredit ke MBG hingga Kopdes

Dalam kondisi tersebut, bank dinilai membutuhkan sumber permintaan kredit yang lebih terarah. Perluasan RBB dapat membantu bank mempersiapkan kebutuhan pendanaan, modal, organisasi, hingga model penyaluran kredit yang tepat, termasuk melalui skema kerja sama seperti channelingexecuting, maupun joint financing.

“Nilai tambah lainnya, bank bisa membangun ekosistem pembiayaan yang lebih dalam, tidak hanya menyalurkan kredit satu kali, tetapi juga masuk ke rantai usaha pemasok, distributor, kontraktor, koperasi, dan rumah tangga yang terkait dengan program prioritas,” ujarnya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement