Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bidik Investasi USD 500 Miliar, RI Pacu Infrastruktur HVDC Sebagai Backbone Transisi Energi

Bidik Investasi USD 500 Miliar, RI Pacu Infrastruktur HVDC Sebagai Backbone Transisi Energi Kredit Foto: PT PLN (Persero)
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia bersiap memacu pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan besar-besaran, guna mengimbangi target ambisius transisi energi nasional.

Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, teknologi High Voltage Direct Current (HVDC) ditetapkan sebagai tulang punggung (backbone) interkoneksi hijau, dengan proyeksi kebutuhan investasi sektor melampaui angka USD 500 miliar.

Urgensi penguatan infrastruktur transmisi ini menjadi fokus utama dalam workshop "HVDC TRANSMISSION: INDONESIA'S GREEN ENABLING INTERCONNECTION" yang digelar oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) bersama CIGRE Indonesia di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Forum strategis ini mempertemukan para pemain kunci industri, regulator, dan pemangku kepentingan global.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan, untuk menjembatani ketimpangan antara lokasi sumber energi terbarukan di daerah terpencil dengan pusat beban di kawasan ekonomi, Indonesia memerlukan penguatan jaringan transmisi sepanjang 48.000 kilometer.

"Masa depan energi Indonesia bertumpu pada pemanfaatan sumber daya domestik yang efisien."

"Dengan kolaborasi lintas sektor, kita targetkan energi yang lebih terjangkau untuk mendorong aliran investasi yang lebih besar ke dalam negeri," ujar Darmawan.

Sejalan dengan visi tersebut, pemerintah telah menyiapkan bantalan fiskal yang kuat.

Pada tahun 2026, dialokasikan dukungan fiskal sebesar Rp402,4 triliun untuk memperkuat ketahanan energi.

Dukungan ini menjadi krusial untuk mengejar target penambahan kapasitas pembangkit 69,5 gigawatt (GW), di mana 76% bersumber dari energi baru terbarukan (EBT), termasuk ambisi Presiden Prabowo Subianto membangun 100 GW PLTS dalam waktu dekat.

Ketua Umum MKI Suroso Isnandar yang juga menjabat Direktur Manajemen Proyek dan EBT PLN menegaskan, interkoneksi antar-pulau kini telah bergeser dari sekadar wacana menjadi kebutuhan operasional yang krusial.

Proyek interkoneksi Sumatra-Jawa sepanjang 112 kilometer sirkuit dengan teknologi HVDC saat ini menjadi salah satu prioritas utama yang tengah dimatangkan pembangunannya.

"Interkoneksi ini adalah kunci untuk memastikan keandalan sistem, sekaligus menekan biaya operasional melalui distribusi energi hijau yang lebih stabil," tutur Suroso.

Dalam aspek teknis dan pendanaan, workshop ini juga mengeksplorasi skema bisnis inovatif termasuk opsi pendanaan berbasis swasta (private sector-led funding).

Sesi ini menghadirkan perspektif dari pemimpin teknologi dunia seperti GE Vernova, Hitachi Energy, Siemens Energy, dan State Grid Power Indonesia, serta lembaga internasional seperti Kansai Electric Power Indonesia dan KEPCO.

Baca Juga: Tak Lagi Gratis, Ini Simulasi Hitungan Pajak Kendaraan Listrik Terbaru

Presiden CIGRE Prof Dr Konstantin Papailiou turut memberikan rekomendasi teknis komprehensif bagi Indonesia dalam mengadopsi standar HVDC global, guna memastikan sistem transmisi tegangan tinggi tersebut mampu beroperasi secara optimal dalam jangka panjang.

Melalui sinergi MKI dan CIGRE, diharapkan tercipta ekosistem industri ketenagalistrikan yang kompetitif, yang mampu mendukung target Indonesia mencapai 100% listrik hijau dalam satu dekade mendatang, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta investasi energi global. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement