Kapolda Riau Akui Gangguan Pasokan Energi dan Tingginya Harga Sawit Berpengaruh pada Kamtibmas
Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Siak - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengingatkan jajaran terkait tantangan keamanan saat ini.
Ia mengatakan, terganggunya pasokan energi dunia akibat situasi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas ekonomi nasional, juga berpotensi terhadap kerawanan Kamtibmas di daerah.
"Jadi, kita harus memiliki kemampuan global security untuk mendeteksi dini risiko kenaikan harga bahan pokok akibat gangguan pasokan energi dunia," tegas Kapolda Riau di Siak, Selasa (21/4).
Selain itu, kata Kapolda, tingginya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau hingga mencapai Rp4.000/kg, juga berpotensi terhadap gangguan Kamtibmas karena berisiko meningkatnya angka peredaran narkotika.
"Meski membawa dampak positif bagi ekonomi, kenaikan harga sawit juga berisiko meningkatnya angka peredaran narkotika," ujarnya.
Oleh karen itu, Herry meminta jajaran untuk melakukan mitigasi terhadap peredaran narkoba secara serius, begitu juga terhadap Karhutla.
Sebab, lanjutnya, tingginya harga komoditas sawit dapat memicu masyarakat atau perusahaan untuk membuka lahan dengan cara membakar, terutama menjelang siklus Super El Nino.
"Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan (Karhutla), harus dilakukan secara adil dan terukur," katanya.
Herry mengatakan, Polri harus memiliki sense of crisis, sebuah kemampuan untuk merespons cepat tanpa menunggu perintah, proaktif dalam melapor, dan memiliki pola pikir prediktif terhadap potensi gangguan di wilayah masing-masing.
"Kita harus memiliki kemampuan global security untuk mendeteksi dini risiko apa pun, baik sisi ekonomi dan lainnya," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sahril Ramadana
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement