Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Singapura Tetap Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Triwulan I-2026

Singapura Tetap Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Triwulan I-2026 Kredit Foto: Youtube Perekonomian RI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Investasi dan Hilirisasi melaporkan realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp 498,8 triliun pada triwulan I tahun 2026. Dari total capaian tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) memberikan kontribusi dominan sebesar Rp 250,0 triliun atau 50,1 persen.

Singapura kembali menempati posisi pertama sebagai negara asal investasi terbesar dengan nilai mencapai US$ 4,6 miliar atau setara Rp 75,9 triliun. Posisi tersebut tercatat telah dipertahankan oleh Singapura secara konsisten selama lebih dari 10 tahun terakhir.

"Singapura konsisten dari segi pencatatannya menjadi negara terbesar FDI ke Indonesia," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Selasa (23/4/2026). Di samping itu, posisi kedua diduduki oleh Hong Kong dengan investasi US$ 2,7 miliar dan China di posisi ketiga sebesar US$ 2,2 miliar.

Akumulasi investasi antara Hong Kong dan China tercatat menyentuh angka US$ 4,9 miliar dalam tiga bulan pertama tahun ini. Terlebih lagi, Amerika Serikat menempati urutan keempat dengan nilai US$ 1,3 miliar disusul oleh Jepang sebesar US$ 1 miliar.

Realisasi investasi secara keseluruhan pada triwulan I-2026 ini mengalami pertumbuhan sebesar 7,2 persen secara tahunan (year-on-year). Selain itu, angka tersebut telah memenuhi sekitar 24,4 persen dari total target investasi nasional sepanjang tahun 2026.

Penyerapan tenaga kerja dari realisasi investasi periode ini mencapai 706.569 orang atau meningkat 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di samping itu, komposisi modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp 248,8 triliun atau mencakup 49,9 persen dari total investasi.

Pemerintah mencatat persebaran investasi di luar Pulau Jawa masih lebih tinggi dengan raihan sebesar Rp 251,3 triliun. Terlebih lagi, angka tersebut melampaui realisasi investasi di Pulau Jawa yang tercatat sebesar Rp 247,5 triliun.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Picu Ketidakpastian, PT IIM Imbau Investor Diversifikasi Portofolio

Peningkatan realisasi investasi secara kuartalan tercatat tumbuh tipis sebesar 0,4 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2025. Selain itu, negara-negara lain seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Belanda menyusul pada urutan investor berikutnya.

Capaian ini menunjukkan daya tarik investasi Indonesia tetap stabil di tengah persaingan ekonomi global saat ini. Di samping itu, pemerintah terus berupaya menjaga iklim investasi guna mencapai target tahunan yang telah ditetapkan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat