4 Startup Indonesia Dikirim ke SusHi Tech 2026, Incar Investasi dan Akses Pasar Global
Kredit Foto: Uswah Hasanah
Dorongan ekspansi ekonomi digital Indonesia kian agresif, salah satunya lewat upaya membawa startup lokal menembus pasar global.
Melihat dari potensi besar yang dapat terus dikembangkan, pemerintah terus mendukung perusahaan-perusahaan rintisan (startup) bersaing di era digital saat ini.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama KUMPUL, mengirim empat startup Indonesia ke ajang teknologi global Sustainable High-City Technology (SusHi Tech) Tokyo 2026.
Program ini merupakan bagian dari Badan Ekraf Start Up (BEKUP) Global Scale-Up, yang bertujuan mendorong ekspansi startup nasional ke pasar global.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan, partisipasi ini merupakan salah satu hasil kerja sama dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada Maret lalu.
"Partisipasi Indonesia dalam forum ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke Tokyo pada Maret 2026, khususnya dalam memperkuat kerja sama Indonesia–Jepang di bidang ekonomi digital, semikonduktor, dan kecerdasan buatan (AI)," ujar Teuku di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Ia juga menegaskan, partisipasi ini bukan sekadar kehadiran simbolik, tetapi bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
"Melalui keikutsertaan ini, Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya mengakselerasi realisasi investasi melalui fasilitasi business matching, penjajakan deal pipeline, serta mendorong konversi potensi kerja sama menjadi komitmen investasi nyata seperti MoU dan LoI,” tambahnya.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf Muhammad Neil El Himam, menargetkan hasil konkret dari partisipasi ini.
“Kami membidik 20–32 pertemuan bisnis dengan potensi 12–22 kerja sama, serta peluang transaksi awal senilai USD 1 hingga 5 juta."
"Di saat yang sama, partisipasi ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan visibilitas Indonesia, memperluas jejaring kolaborasi dengan mitra internasional, serta membuka peluang kerja sama lanjutan antarnegara,” jelasnya.
Founder and Chairperson KUMPUL.ID Faye Wongso menambahkan, keikutsertaan ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi startup Indonesia.
“Tentu harapannya nanti di sana mereka bisa mendapatkan akses pasar yang lebih luas, atau bahkan mendapatkan bisnis partner atau investasi kepada untuk pengembangan mereka,” harap Faye.
Program BEKUP Global Scale-Up berperan sebagai akselerator yang menyiapkan startup Indonesia agar mampu bersaing di pasar internasional.
Sejak dimulai pada Februari 2026, program ini menarik 125 pendaftar dari seluruh Indonesia, yang kemudian diseleksi menjadi 10 besar, hingga akhirnya terpilih empat startup terbaik melalui kurasi bersama mitra Jepang seperti Creww Inn dan TechShake.
Empat startup yang terpilih ialah BELL LIVING LAB menghadirkan biomaterial dari limbah kopi untuk industri fashion dan furnitur; GAPAI mengembangkan platform HR Tech untuk penempatan tenaga kerja migran secara legal dan terstruktur; IJO memanfaatkan rumput laut sebagai pupuk berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim; dan SPUN yang menawarkan platform visa berbasis AI untuk menyederhanakan proses birokrasi di Asia Tenggara.
Keempat startup dijadwalkan berangkat ke Jepang pada 26 April 2026.
Selain mengikuti SusHi Tech 2026, di sana mereka juga mengikuti sesi Offline Business Matchmaking dengan mitra-mitra yang telah dikoordinasikan sebelumnya oleh KUMPUL dan Kementerian Ekraf.
Baca Juga: Adopsi AI Indonesia Capai 92 Persen tapi Minim Produktivitas, Startup Didorong Tumbuh
Ajang SusHi Tech Tokyo 2026 diikuti lebih dari 700 startup dari 100 negara, dan menjadi ruang kolaborasi global bagi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari startup, investor, pemerintah, hingga akademisi, dalam mengembangkan kota berkelanjutan berbasis teknologi.
Melalui partisipasi di ajang teknologi internasional seperti SusHi Tech Tokyo 2026, pemerintah membidik peningkatan investasi, sekaligus membuka akses pasar baru bagi pelaku inovasi dalam negeri. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: