- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Ekonom UGM Sebut Subsidi Energi untuk Amankan Daya Beli dari Gejolak Geopolitik
Kredit Foto: Dewan Energi Nasional
Akselerasi EBT
Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, Anggota DEN Saleh Abdurrahman menegaskan urgensi percepatan pengembangan EBT sebagaimana diamanatkan dalam PP Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional. Menurutnya, kemandirian energi tidak lagi sekadar target hijau, melainkan kebutuhan strategis nasional.
“Di tengah volatilitas harga energi dunia, penguatan EBT menjadi kunci agar Indonesia semakin mandiri dan tangguh menghadapi tekanan global,” tegas Saleh.
Dari sisi operator, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan telah menyiapkan serangkaian langkah operasional untuk menghadapi potensi gangguan pasokan (supply disruption). Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menjelaskan perusahaan tengah menempuh strategi diversifikasi sumber impor dan penguatan kontrak jangka panjang.
Baca Juga: DSSA Perkuat EBT dan AI, Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang
“Kami juga terus memperketat pengawasan penyaluran subsidi agar tepat sasaran sembari mengoptimalkan kapasitas kilang domestik guna menjaga ketahanan stok nasional,” ungkap Eko.
Melalui sinergi lintas sektoral antara akademisi, regulator, dan pelaku industri, Indonesia diharapkan mampu merumuskan kebijakan energi yang adaptif dan inklusif. Transformasi energi bersih yang berjalan beriringan dengan perlindungan sosial menjadi fundamen utama menuju kedaulatan energi yang tangguh di masa depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: