Kredit Foto: Istimewa
Pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa, yang menilai integrasi ojol ke dalam sistem BPJS berpotensi meningkatkan rasio klaim secara signifikan.
“Menurut saya, apabila ojol masuk ke BPJS lewat intervensi pemerintah, klaim memang berpotensi naik. Karakter kerja ojol jam panjang, pola hidup kurang sehat, dan risiko kecelakaan tinggi secara aktuaria akan menekan rasio klaim terhadap iuran,” ujarnya.
Menurutnya, karakteristik pekerjaan ojol yang memiliki tingkat risiko kesehatan dan kecelakaan lebih tinggi dibanding sektor lain akan berdampak langsung pada keseimbangan antara iuran dan klaim dalam sistem jaminan sosial.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pastikan Pekerja Informal Termasuk Ojol Terlindungi Program JKN
Baca Juga: Ojol Dapat BPJS dan Porsi Hasil 92%, Prabowo Tekan Aplikator
Tekanan terhadap pembiayaan BPJS juga tercermin dari kondisi keuangan terkini. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyampaikan bahwa saat ini terjadi ketidakseimbangan antara penerimaan iuran dan pembayaran klaim.
“Rasio klaim, kami sebulan menerima Rp14 triliun, membayar Rp16 triliun. Kurang lebih defisit Rp2 triliun tiap bulan,” ungkapnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: