Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

CME Segera Luncurkan Bitcoin Volatility Futures, Ini Keunggulannya!

CME Segera Luncurkan Bitcoin Volatility Futures, Ini Keunggulannya! Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Derivatif Terbesar Dunia, CME Group mengumumkan rencana peluncuran produk baru berupa Bitcoin Volatility Futures. Ia akan memungkinkan pelaku pasar bertaruh pada tingkat volatilitas harga bitcoin tanpa harus mengambil posisi langsung pada harga aset tersebut.

Produk ini dijadwalkan meluncur pada 1 Juni, dengan catatan menunggu persetujuan regulator. Inovasi ini menjadi langkah terbaru perusahaan  dalam memperluas instrumen manajemen risiko di pasar kripto yang semakin kompleks.

Baca Juga: RUU Kripto Amerika Serikat Belum Final, Dua Pekan ke Depan Akan Krusial untuk Bitcoin Cs

Head of Crypto Products CME, Giovanni Vicioso menyatakan bahwa produk ini memberikan fleksibilitas baru bagi investor.

“Dengan Bitcoin Volatility Futures, trader dapat berinvestasi atau melakukan lindung nilai terhadap volatilitas Bitcoin di masa depan, membuka lapisan penting baru dalam manajemen risiko,” ujarnya.

Berbeda dengan kontrak berjangka biasa yang bertaruh pada harga, produk ini fokus pada seberapa besar pergerakan harga Bitcoin, misalnya apakah pasar akan bergerak liar atau relatif stabil.

Instrumen tersebut akan mengacu pada CME Bitcoin Volatility Index (BVX), yang mengukur ekspektasi volatilitas dari kontrak opsi Bitcoin di CME secara real-time. Indeks ini diperbarui setiap detik selama jam perdagangan, memberikan gambaran langsung sentimen pasar terhadap pergerakan harga.

Dalam beberapa waktu terakhir, produk berbasis volatilitas semakin diminati baik oleh investor institusi maupun ritel, seiring meningkatnya kebutuhan strategi lindung nilai terhadap fluktuasi tajam aset kripto.

Selain itu, CME juga memperluas jam perdagangan produk kripto menjadi 24/7, mengikuti karakter pasar aset digital yang beroperasi tanpa henti. Sistem perdagangan nonstop ini dijadwalkan mulai berlaku pada 29 Mei, hanya beberapa hari sebelum peluncuran produk baru tersebut.

Baca Juga: Tahun Ini Bottoming, Peter Brandt Yakin Harga Bitcoin Akan Tembus US$250.000 di 2029

Langkah ini menegaskan pergeseran industri ke arah instrumen keuangan yang lebih canggih, sekaligus memperkuat integrasi antara pasar tradisional dan ekosistem kripto global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar