Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2011–2014, Dahlan Iskan, menegaskan bahwa tantangan utama organisasi dalam menghadapi krisis bukanlah pada kerumitan masalahnya, melainkan pada kepekaan pemimpin dalam meracik skala prioritas.
Ia membagikan refleksi kritisnya seputar kepemimpinan, mulai dari pengalaman memimpin korporasi hingga pandangannya terhadap proyek strategis nasional.
Dahlan mengambil contoh saat dirinya ditunjuk memimpin PT PLN (Persero), Dahlan membuktikan bahwa latar belakang pendidikan teknik bukanlah syarat mutlak. Menurutnya, kepemimpinan lebih bertumpu pada kemampuan manajerial yang kuat.
"Pemimpin yang baik bukan hanya yang paham teknis, tetapi yang menguasai manajerial dan tahu bagaimana memimpin dari level bawah sampai ke tingkat manajer," kata Dahlan saat menjadi pembicara utama dalam forum diskusi bertajuk “Manajemen Krisis Perusahaan di Tengah Ketidakpastian Global” yang diselenggarakan oleh Program Doktor Manajemen dan Bisnis Universitas Paramadina, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, ia menyoroti pentingnya independensi pemimpin dalam membentuk tim kerja. Saat di PLN, Dahlan bersikeras memilih langsung jajaran direksinya demi memastikan visi yang selaras.
"Tidak boleh ada ‘juragan’ lain di luar struktur yang mengganggu pengambilan keputusan,” tegasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: