Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Nezar Patria: Indonesia Bangun Industri AI tanpa Dominasi Negara

Nezar Patria: Indonesia Bangun Industri AI tanpa Dominasi Negara Kredit Foto: Komdigi

Lebih lanjut, Nezar menyoroti pergeseran peta kekuatan ekonomi dunia. Jika pada abad ke-20 kekuatan negara diukur dari penguasaan energi fosil, maka pada abad ke-21 semikonduktor atau chip menjadi instrumen kekuatan utama.

“Kini, semikonduktor menjadi kekuatan utama di abad ke-21. Setiap negara—baik Amerika Serikat, Tiongkok, Eropa, maupun negara kekuatan menengah—berupaya menetapkan posisi dalam perang chip dan penguasaan pabrik semikonduktor,” ungkapnya.

Namun, ia tidak menampik tantangan besar yang dihadapi Indonesia. Saat ini, keterlibatan nasional dalam rantai pasok global AI masih sangat minim.

Nezar mencontohkan hasil pengamatannya pada industri manufaktur di Batam, di mana komponen semikonduktor yang dirakit masih sepenuhnya bergantung pada suplai luar negeri.

Baca Juga: Microsoft: AI Bakal Ubah Sistem Keuangan

Baca Juga: Industri 5G dan AI Dorong Ekonomi Digital Indonesia hingga US$41 Miliar

“Berdasarkan kunjungan saya ke salah satu produsen di Batam, yaitu Nvidia, saya melihat proses perakitan semikonduktor dan tidak ada komponen dalam proses tersebut yang berasal dari Indonesia,” ungkapnya.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah terus mendorong pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program strategis.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri