Kredit Foto: Istimewa
Kredit Ditargetkan Tumbuh hingga 14,92%
RKP 2027 juga menargetkan pertumbuhan kredit perbankan berada di kisaran 11,60%-14,92% dengan rasio kredit terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 38,12%-38,66%.
Sementara itu, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diproyeksikan turun ke level 6,5%-7,3% seiring penguatan sektor keuangan dan membaiknya kondisi likuiditas domestik.
Kebijakan makroprudensial diarahkan untuk menjaga likuiditas dan memperkuat pembiayaan sektor riil melalui insentif likuiditas berbasis kinerja, peningkatan transmisi penurunan BI-Rate ke suku bunga kredit, serta penguatan pengawasan sistemik.
Di sektor sistem pembayaran, pemerintah mempercepat digitalisasi transaksi melalui pengembangan pembayaran digital interoperabel, kerja sama pembayaran lintas negara, modernisasi infrastruktur sistem pembayaran, hingga pengembangan Rupiah Digital atau central bank digital currency (CBDC).
Baca Juga: OJK Catat Kredit Perbankan Tembus Rp8.659 Triliun di Maret 2026, Naik 9,49%
Baca Juga: OJK Ungkap Biang Kerok Outflow Usai Prabowo Soroti Pasar Modal
Di pasar modal, pemerintah menargetkan penguatan investor domestik, peningkatan partisipasi investor ritel, percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penguatan transparansi kepemilikan saham.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan Initial Public Offering (IPO) BUMN dan penguatan penegakan hukum di sektor pasar modal guna memperdalam pasar keuangan nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri