Kredit Foto: PLN EPI
Untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan tersebut, PLN EPI memperkuat kontrak pasokan jangka panjang, termasuk kerja sama gas pipa dengan Conrad dan Mubadala yang ditandatangani tahun lalu. Selain itu, PLN EPI juga mempercepat pengembangan infrastruktur gas dan LNG nasional melalui berbagai proyek midstream, seperti Floating Storage Regasification Unit (FSRU), LNG carrier, Onshore Receiving Unit (ORU), hingga pembangunan pipa WNTS–Pemping.
Beberapa proyek yang tengah dikembangkan antara lain FSRU Jawa Barat 1 dan 2, FSRU Jawa Timur, FSRU Bali, dan FSRU Cilegon. PLN EPI juga mengembangkan klaster LNG di Sumatera–Kalimantan, Sulawesi–Maluku, Papua Utara hingga Nusa Tenggara guna mendukung program gasifikasi pembangkit listrik di wilayah kepulauan.
Secara keseluruhan, PLN EPI menargetkan kapasitas regasifikasi mencapai 3.850 MMSCFD dengan kapasitas penyimpanan hingga 1,2 juta meter kubik.
Menurut Rakhmad, penguatan infrastruktur LNG menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita Pemerintah.
“Ini bukan lagi pilihan. Infrastruktur gas dan LNG harus dibangun untuk mendukung ketahanan energi dan transisi energi Indonesia,” tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra