Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo dan Rosatom Bahas Pengembangan PLTN di Indonesia

Prabowo dan Rosatom Bahas Pengembangan PLTN di Indonesia Kredit Foto: Unsplash/Lukas Lehotsky
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menerima Direktur Jenderal Rosatom State Corporation, Alexey Likhachev, dalam pertemuan kerja di Jakarta, Selasa (12/5/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai antara Indonesia dan Rusia.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak mendiskusikan sejumlah potensi kerja sama strategis, mulai dari pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), pembangunan infrastruktur nuklir, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi nuklir non-energi.

Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likhachev, mengatakan Indonesia saat ini memiliki target ambisius dalam pengembangan energi nuklir sehingga diperlukan kemitraan jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada teknologi.

“Bagi kami, sangat penting bahwa dialog antara Rusia dan Indonesia di bidang nuklir berkembang dalam suasana saling percaya dan saling menghormati. Saat ini Indonesia memiliki target ambisius dalam pengembangan energi nuklir. Karena itu, kami tidak hanya membahas teknologi, tetapi juga pembangunan kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada pengembangan industri baru bagi Indonesia, pengembangan tenaga ahli nasional, munculnya kompetensi baru, serta penguatan kedaulatan teknologi negara,” ujar Likhachev dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan, Rosatom siap menawarkan pendekatan komprehensif dalam mendukung pengembangan program nuklir nasional Indonesia, termasuk pengembangan PLTN skala besar, reaktor modular kecil (small modular reactor/SMR), hingga pembangkit listrik terapung.

“Kami siap menawarkan pendekatan komprehensif untuk pengembangan program nuklir nasional Indonesia, termasuk solusi PLTN skala besar maupun proyek berbasis reaktor modular kecil dan pembangkit listrik terapung,” katanya.

Selain pengembangan teknologi, kedua pihak juga memberikan perhatian khusus terhadap integrasi energi nuklir ke dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia dengan mempertimbangkan karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Baca Juga: Prabowo: Saya Sering Diejek, Tapi Tak Ragu Bangun Ribuan Kapal Nelayan

Baca Juga: Kekayaan Presiden Prabowo Subianto Capai Rp2,06 Triliun pada LHKPN 2025

Kunjungan kerja Rosatom ke Indonesia juga mencakup agenda pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pimpinan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Direktur Utama PT PLN (Persero), serta Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Rusia dan Indonesia sendiri telah menjalin kerja sama di bidang nuklir selama dua dekade. Tahun 2026 menandai 20 tahun penandatanganan perjanjian kerja sama pemanfaatan energi atom untuk tujuan damai antara kedua negara yang diteken pada 1 Desember 2006.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra