Kredit Foto: Garuda Indonesia
Sepanjang kuartal pertama tahun ini, Garuda Indonesia Group mengangkut 5,42 juta penumpang atau naik 6,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 5,08 juta penumpang.
Frekuensi penerbangan juga meningkat 5,87% menjadi 19.337 penerbangan dari sebelumnya 18.265 penerbangan.
Pendapatan dari penerbangan berjadwal (scheduled flight) menjadi kontributor utama dengan nilai mencapai US$648,10 juta atau sekitar Rp11,34 triliun, naik 7,36% dibandingkan US$603,69 juta atau sekitar Rp10,56 triliun pada Kuartal I 2025.
Dari sisi operasional, tingkat ketepatan waktu penerbangan (on time performance/OTP) Garuda Indonesia Group meningkat menjadi 91,01% dibandingkan 87,93% pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Garuda Indonesia Masuk 25 Besar Maskapai Terbaik Dunia 2026
Baca Juga: Avtur Meroket, Garuda dan Saudia Tuntut Tambahan Rp 7–8 Juta per Jemaah Haji
Sementara itu, jumlah armada yang beroperasi hingga akhir Kuartal I 2026 mencapai 102 armada serviceable seiring berjalannya program return-to-service pesawat secara bertahap.
Pada periode tersebut, Garuda Indonesia mengangkut 2,47 juta penumpang, sedangkan Citilink melayani 2,94 juta penumpang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: