Menteri Energi Kuba Akui Kehabisan BBM Akibat Blokade AS, Pemadaman Listrik Kerap Terjadi
Kredit Foto: Istimewa
Menteri Energi Kuba, Vicente de la O Levy, mengumumkan bahwa Kuba saat ini telah kehabisan bahan bakar minyak (fuel oil) dan solar (diesel) akibat dari blokade yang dilakukan oleh rezim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dalam pernyataan resminya, Vicente de la O Levy menggambarkan situasi yang sangat kritis.
"Situasinya sangat tegang. Efek dari blokade memang sangat menyakiti kami. Kami masih belum menerima bahan bakar apa pun. Kami sama sekali tidak punya fuel oil, sama sekali tidak punya diesel. Saya sudah mengulang-ulang ini. Yang kami punya hanya gas,” ujarnya.
Baca Juga: Trump Bidik Kuba, Havana Rupanya Telah Diserbu Beragam 'Gula-gula' dari AS
Menurut Menteri Energi, kekurangan bahan bakar ini telah memangkas kapasitas pembangkit listrik lebih dari 100 MW.
Akibatnya, pemadaman listrik semakin sering terjadi karena cadangan listrik yang sangat terbatas. Pemerintah Kuba pun memprioritaskan pasokan listrik untuk rumah sakit dan fasilitas ekonomi penting. Meski demikian, Vicente de la O Levy menyatakan sikap tegas pemerintahnya.
"Kami akan tetap diblokade, tapi kami akan terus melawan dan terus mencari solusi. Kami akan terus mencari alternatif nasional dengan sumber daya kami sendiri," tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Kuba terbuka untuk membeli bahan bakar dari negara mana pun yang bersedia menjual, dan bukan menolak untuk bertransaksi.
Krisis bahan bakar ini semakin memperburuk masalah kelistrikan di Kuba yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: