Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Narendra Modi Larang Masyarakat India Beli Emas dalam Setahun, Termasuk untuk Pernikahan

Narendra Modi Larang Masyarakat India Beli Emas dalam Setahun, Termasuk untuk Pernikahan Kredit Foto: Antara/Media Center G20 Indonesia/Fikri Yusuf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengimbau masyarakat India untuk tidak membeli emas selama satu tahun, termasuk untuk kebutuhan pernikahan. Imbauan tersebut disampaikan karena tingginya impor emas dinilai membebani cadangan devisa negara.

Melansir The Times of India, impor emas batangan India melonjak tajam dari 36,5 miliar dolar AS pada 2022 menjadi 58,9 miliar dolar AS pada 2025. Kenaikan ini meningkatkan tekanan terhadap neraca perdagangan India karena negara tersebut mengimpor hampir seluruh kebutuhan emas domestiknya.

India diketahui mengimpor sekitar 700 hingga 800 ton emas per tahun untuk memenuhi lebih dari 90 persen permintaan dalam negeri. Tingginya konsumsi emas membuat impor logam mulia tersebut menjadi salah satu faktor yang membebani perdagangan negara itu.

Setelah imbauan dari Modi, saham-saham perusahaan perhiasan di India dilaporkan mengalami aksi jual tajam. Investor khawatir permintaan emas dapat menurun apabila masyarakat mengikuti seruan pemerintah.

Kondisi tersebut terjadi di tengah tekanan ekonomi akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Perang Iran mendorong lonjakan harga minyak dunia, sementara India masih bergantung pada impor untuk hampir 90 persen kebutuhan minyak mentahnya.

Dengan beban minyak tersebut, India akan mencoba mengurangi beban besar lainnya, yaitu emas. 

Baca Juga: Penguatan Dolar AS Terhadap Rupiah Justru Untungkan RI, Kok Bisa?

Hal ini cukup dilematis, mengingat emas memiliki posisi penting dalam budaya masyarakat India. Selain dianggap sebagai instrumen penyimpan kekayaan yang aman, emas juga dipandang sebagai simbol keberuntungan untuk pernikahan dan memiliki peran penting dalam berbagai festival keagamaan.

Lonjakan harga emas diperkirakan akan semakin memperburuk neraca perdagangan India. Situasi tersebut juga diperparah oleh pelemahan Rupee India terhadap Dolar AS yang mencapai rekor terendah, sehingga biaya impor menjadi semakin mahal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: