Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok lebih dari 4% pada perdagangan awal pekan, Senin (18/5), di tengah tekanan pasar global, lonjakan harga minyak dunia, dan pelemahan nilai tukar rupiah. IHSG bahkan sempat menyentuh level terendah 6.398,79 sebelum memangkas pelemahan dan ditutup turun 1,85% ke level 6.599,24.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks dibuka di level 6.628,98, sempat menyentuh level tertinggi 6.631,28, lalu tertekan tajam hingga menyentuh titik terendah intraday 6.398,79. Posisi tersebut berarti IHSG sempat terkoreksi sekitar 4,83% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.723,32.
Tekanan jual juga tercermin dari pelemahan kapitalisasi pasar yang turun menjadi Rp11.538 triliun. Aktivitas transaksi mencapai Rp20,47 triliun dengan volume 29,73 miliar saham dan frekuensi 2,54 juta kali transaksi. Sebanyak 647 saham terkoreksi, sementara hanya 129 saham menguat dan 183 saham stagnan.
MNC Sekuritas menyebut koreksi pada awal perdagangan terjadi sejalan dengan pelemahan bursa global dan regional Asia. Seluruh sektor perdagangan tercatat berada di zona merah.
Baca Juga: Gejolak Rupiah dan IHSG, Netizen Khawatir Badai Ekonomi Baru Akan Dimulai
Baca Juga: IHSG Anjlok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Jangan Takut: Serok Bawah Sekalian!
“Seluruh sektor terpantau terkoreksi dipimpin oleh IDXBasic (-4,76%), IDXInfra (-3,08%), dan IDX Industrial (-2,26%),” tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya.
Tekanan pasar disebut dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap faktor eksternal. Konflik geopolitik yang masih berlangsung dinilai meningkatkan sentimen risk off di pasar keuangan global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: