Kredit Foto: Uswah Hasanah
Selain itu, harga minyak mentah dunia yang kembali menembus level US$100 per barel ikut menambah tekanan terhadap aset berisiko. Di saat bersamaan, rupiah juga bergerak melemah hingga berada di atas level psikologis Rp17.500 per dolar AS.
“Kami perkirakan, konflik geopolitik yang masih berjalan menekan pasar global, di sisi lain kekhawatiran investor meningkat dengan adanya kenaikan harga minyak mentah yang kembali berada di atas US$100/barel dan nilai tukar Rupiah yang saat ini berada di atas level psikologis >Rp17.500/USD,” tulis MNC Sekuritas.
Secara teknikal, MNC Sekuritas menilai IHSG masih bergerak dalam tren penurunan. Area koreksi di level 6.644 disebut telah tercapai dan indeks diperkirakan bergerak menuju area penutupan celah (gap) pada kisaran 6.538–6.585.
Baca Juga: IHSG Longsor, Rupiah Melemah: Omongan Prabowo dan Serangan Media Asing Jadi Sorotan
Baca Juga: IHSG Dibuka Merah, Menkeu Purbaya: Sehari Dua Hari Balik
Di sisi saham, tekanan terbesar terlihat pada saham-saham kapitalisasi besar. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin daftar top losers setelah turun 14,98%, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang merosot 14,88%.
Sementara dari sisi kapitalisasi pasar, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 0,31% ke level 3.190. Adapun PT DCI Indonesia Tbk (DCII) terkoreksi 2,59%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: