Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Terkapar, Ini Daftar Saham Populer hingga Top Losers

IHSG Terkapar, Ini Daftar Saham Populer hingga Top Losers Kredit Foto: Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan besar pada perdagangan awal pekan, Senin (18/5), setelah sempat anjlok lebih dari 4% di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap sentimen global.

Data perdagangan menunjukkan IHSG ditutup melemah 1,85% ke level 6.599,24 setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah intraday di 6.398,79. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 647 saham turun, hanya 129 saham menguat, sementara 183 saham stagnan.

Tekanan pasar juga tercermin dari susutnya kapitalisasi pasar menjadi Rp11.538 triliun. Nilai transaksi tercatat Rp20,47 triliun dengan volume perdagangan mencapai 29,73 miliar saham dan frekuensi transaksi sebesar 2,54 juta kali.

Di tengah koreksi pasar yang meluas, perhatian investor tertuju pada sejumlah saham yang mendominasi percakapan dan aktivitas perdagangan.

Berdasarkan data Stockbit, saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) menjadi saham yang populer atau trending. Saham tersebut naik 8,65% ke level 402. Saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) juga menjadi sorotan pasar meski bergerak negatif. Saham itu turun 14,62% ke level 1.080 dan sekaligus masuk daftar saham dengan frekuensi transaksi tertinggi mencapai 129,56 ribu kali.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) juga menjadi salah satu saham yang paling aktif diperhatikan investor. Saham tersebut mencatat frekuensi transaksi sebesar 106,97 ribu kali dan volume perdagangan mencapai 17,05 juta lot.

Saham lain yang masuk daftar saham trending antara lain PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO), hingga PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Baca Juga: IHSG Tersungkur! Sempat Jatuh Hampir 5% di Awal Pekan

Baca Juga: Gejolak Rupiah dan IHSG, Netizen Khawatir Badai Ekonomi Baru Akan Dimulai

Di sisi nilai transaksi, aktivitas pasar justru terkonsentrasi pada saham berkapitalisasi besar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin nilai transaksi harian sebesar Rp1,30 triliun. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai transaksi Rp1,24 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp1,05 triliun.

Sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat transaksi Rp964,07 miliar, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp734,85 miliar dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp634,86 miliar.

Dari sisi volume perdagangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham teraktif dengan volume mencapai 29,51 juta lot. Posisi berikutnya ditempati BIPI sebesar 17,05 juta lot, BNBR sebanyak 13,99 juta lot dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencapai 10 juta lot.

Meski sejumlah saham ramai diperdagangkan, tekanan jual masih mendominasi pasar. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah anjlok 14,98% ke level 880. Pelemahan DSSA diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang turun 14,88%, PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) turun 14,81%, dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) melemah 14,75%.

Baca Juga: IHSG Anjlok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Jangan Takut: Serok Bawah Sekalian!

Baca Juga: IHSG Dibuka Merah, Menkeu Purbaya: Sehari Dua Hari Balik

Selain itu, PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) turun 14,46%, PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) melemah 13,99%, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) turun 13,56%, serta PT Link Net Tbk (LINK) terkoreksi 12,50%.

Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mencatat kenaikan signifikan dan masuk daftar top gainers. PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) memimpin dengan kenaikan 31,33%, diikuti PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) sebesar 18,28%, PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) naik 16,87%, serta PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) menguat 12,96%.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri