Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BYD Gebrak RI dengan Teknologi Dual Mode, Mobil EV Bisa Tempuh 1.800 Km

BYD Gebrak RI dengan Teknologi Dual Mode, Mobil EV Bisa Tempuh 1.800 Km Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, resmi menghadirkan teknologi Dual Mode (DM) di Indonesia sebagai strategi memperluas adopsi kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di tengah kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin beragam.

Teknologi DM atau Dual Mode merupakan kombinasi kendaraan listrik dan hybrid (EV + Hybrid) yang dirancang menghadirkan pengalaman berkendara berorientasi kendaraan listrik (electric vehicle/EV), namun tetap fleksibel untuk perjalanan jarak jauh maupun penggunaan di wilayah dengan infrastruktur pengisian daya yang belum merata.

Vice President BYD Co., Ltd sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengatakan industri otomotif global saat ini tengah memasuki fase transformasi besar menuju kendaraan energi baru.

“Melalui pengembangan teknologi Dual Mode, BYD ingin menghadirkan solusi transisi energi yang lebih fleksibel, efisien, dan mudah diakses masyarakat luas, termasuk di Indonesia,” ujar Liu dalam acara peluncuran M6 di PIK, Senin (18/5/2026).

BYD menilai pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data GAIKINDO, dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan di sejumlah wilayah turut mendorong peningkatan adopsi NEV secara signifikan.

Baca Juga: BYD Klaim Kuasai 40% Pasar Mobil Listrik Indonesia, Penjualan Tembus 90 Ribu

Baca Juga: Penjualan Domestik Lesu, Ekspor Jadi Penyelamat BYD pada April 2026

Baca Juga: Jadi Harga Mobil Tertinggi, Supercar Listrik BYD Terjual Rp44 Miliar di Beijing Auto Show 2026

Pangsa pasar kendaraan listrik nasional meningkat dari kurang dari 1% pada 2022 menjadi sekitar 20% pada kuartal I-2026, terutama di segmen kendaraan penumpang.

Meski demikian, BYD melihat masih ada kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan yang mampu mengakomodasi fleksibilitas perjalanan, terutama untuk penggunaan antarkota dan wilayah dengan akses pengisian daya terbatas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: