Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan kehadiran teknologi DM menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pasar kendaraan energi baru di Indonesia.
“Hari ini, kami membawa semangat yang sama melalui teknologi Dual Mode untuk kembali membuka babak baru pasar NEV di Indonesia. Kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang saat ini berkembang positif agar semakin meluas dan inklusif,” kata Eagle.
Secara teknologi, sistem DM mengedepankan pendekatan electric-first dengan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin pembakaran internal berfungsi mendukung efisiensi dan fleksibilitas perjalanan jarak jauh.
BYD juga memperkenalkan filosofi GASS pada teknologi DM, yakni Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Melalui konsep tersebut, perusahaan mengklaim karakter kendaraan menjadi lebih responsif, nyaman, efisien, serta mampu beradaptasi dalam berbagai kondisi perjalanan di Indonesia.
Dalam pengujian internal, BYD mengklaim teknologi DM mampu menempuh jarak lebih dari 1.800 kilometer dengan kombinasi penggunaan listrik dan bahan bakar penuh, serta konsumsi bahan bakar mencapai 65 kilometer per liter.
BYD menyebut teknologi DM akan berjalan berdampingan dengan pengembangan kendaraan listrik murni (electric vehicle/EV) sebagai bagian dari strategi elektrifikasi jangka panjang perusahaan.
Teknologi DM pertama kali diperkenalkan pada 2008 melalui generasi awal DM 1.0 yang menjadi langkah awal BYD dalam mengembangkan sistem hybrid berbasis kombinasi motor listrik dan mesin pembakaran internal.
Baca Juga: Perluas Ekspansi Global, Chery Menyusul BYD, GWM dan Changan
Sejak saat itu, BYD terus mengembangkan teknologi Dual Mode melalui berbagai generasi inovasi yang berfokus pada peningkatan efisiensi energi, performa berkendara, serta integrasi sistem elektrifikasi yang lebih cerdas.
Generasi terbaru DM 5.0 yang diperkenalkan pada 2024 menjadi evolusi terbaru teknologi Dual Mode BYD dengan pendekatan berkendara berorientasi EV. Teknologi ini diklaim menghadirkan efisiensi energi lebih tinggi, integrasi sistem yang lebih cerdas, serta fleksibilitas penggunaan kendaraan yang lebih optimal untuk berbagai kebutuhan mobilitas modern.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: