- Home
- /
- Government
- /
- Government
Bos Danantara Tegaskan Pembentukan DSI Sudah Sejalan dengan Prinsip OECD
Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai perusahaan negara yang bergerak di bidang pengawasan dan audit praktik ekspor bertujuan memperkuat transparansi transaksi.
Menurut Rosan, langkah tersebut juga sejalan dengan prinsip Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang diterapkan negara-negara Uni Eropa.
“Dan sebetulnya apa yang kita lakukan ini, ini in line dengan OECD, OECD principles,” ujar Rosan,saat memaparkan pembentukan DSI dalam konferensi pers Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Tahun Anggaran 2027 di Gedung Parlemen Senayan, Rabu (20/5/2026).
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu menjelaskan, pembentukan DSI merupakan tindak lanjut atas arahan Prabowo Subianto setelah adanya laporan dari World Bank terkait dugaan kebocoran transaksi ekspor di Indonesia.
Bentuk kebocoran tersebut antara lain praktik under-invoicing dan transfer pricing.
“Tentunya saya yakin untuk buyer dari luar knowing bahwa sekarang akan jauh lebih transparan karena kalau tidak, buyer luar knowing ada transfer pricing, mereka kan juga akan terkena secara keseluruhan,” terang Rosan.
Baca Juga: Operasional DSI Dilakukan Bertahap, Danantara Siapkan Dua Skema
Baca Juga: Danantara Ungkap Transaksi Ekspor Lewat DSI Baru Berlaku Januari 2027
Baca Juga: Rosan Sebut Pembentukan Danantara Sumberdaya Demi Cegah Praktik Curang Ekspor
Lebih lanjut, Rosan menjelaskan tujuan pembentukan DSI yang sejalan dengan prinsip OECD berkaitan dengan penguatan tata kelola pemerintahan, transparansi, hingga akuntabilitas praktik ekspor di Indonesia.
“Ini in line dengan OECD principles yang di mana kita ingin menjunjung tinggi good governance, transparency, accountability dari semua ini, sehingga tidak lagi terjadi potensi-potensi adanya uang gelap, istilah saya uang gelap,” paparnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: