Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyoroti tiga tantangan utama dalam mendorong revolusi ekonomi daerah di Indonesia. Salah satunya adalah masalah diversifikasi ekonomi.
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, mengatakan meskipun seluruh wilayah Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi secara spasial, tidak semua daerah memiliki daya tahan ekonomi yang sama.
Sejumlah daerah menurutnya masih sangat bergantung pada sektor ekstraktif seperti pertambangan dan komoditas primer yang rentan terhadap fluktuasi harga global.
"Pertama adalah bagaimana kita mendorong diversifikasi ekonomi daerah. Secara spasial seluruh wilayah tumbuh. Tetapi tidak semua daerah punya daya tahan yang sama," ungkap Juda dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah, di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Tantangan kedua adalah kualitas belanja daerah yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Saat ini, porsi belanja pegawai dan belanja barang masih mendominasi struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan rata-rata mencapai sekitar 70%. Sementara itu, belanja modal yang berorientasi pada pembangunan produktif masih relatif terbatas.
Selain itu, pola belanja daerah yang cenderung rendah pada awal tahun dan menumpuk di akhir tahun dinilai mengurangi daya dorong APBD terhadap perekonomian lokal.
"Ini mengurangi daya dorong APBD terhadap ekonomi lokal," ungkap dia.
Tantangan ketiga adalah kapasitas fiskal daerah yang masih terbatas. Banyak pemerintah daerah masih bergantung pada transfer dari pemerintah pusat, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum optimal.
Baca Juga: Wamenkeu Juda Sebut Tidak Ada Tanda-Tanda Krisis Ekonomi di Indonesia
Baca Juga: Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Kunci Capai Target Nasional 8%
Kondisi tersebut menyebabkan berbagai proyek strategis daerah mengalami hambatan, termasuk rendahnya daya serap anggaran serta lambatnya penyaluran dana transfer akibat keterbatasan kapasitas dan prosedur pengadaan yang memakan waktu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: