- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Sempat Disorot Kala Banjir Sumatra, Pemerintah Kini Percepat Proyek PLTA Batang Toru
Kredit Foto: Istimewa
Dalam Laporan Kinerja PLN Semester I 2025 disebutkan bahwa proyek ini memiliki masa kontrak selama 30 tahun, yakni 2026 hingga 2056.
PLTA Batang Toru memiliki nilai investasi mencapai US$1,67 miliar atau sekitar Rp28 triliun dan digadang-gadang menjadi pembangkit listrik tenaga air terbesar di Sumatra dengan kapasitas 510 MW.
Namun, proyek ini juga menuai sorotan dari kelompok lingkungan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebut proyek PLTA Batang Toru bersama tambang emas Martabe, PT Toba Pulp Lestari, serta pembukaan perkebunan sawit oleh PT Sago Nauli Plantation dan PTPN III Batang Toru Estate berkontribusi terhadap hilangnya fungsi hutan sebagai penyangga ekologis penting.
Tudingan terhadap proyek PLTA Batang Toru sebagai salah satu penyebab bencana turut memicu reaksi investor China. Kamar Dagang China di Indonesia dilaporkan mengirim surat resmi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Investor China menuding adanya intervensi terhadap operasional perusahaan, termasuk pada proyek pembangkit listrik tenaga air yang dituduh merusak kawasan hutan dan memperparah banjir.
“Pemerintah memerintahkan penghentian pekerjaan dan menjatuhkan sanksi,” tulis surat tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra