Kredit Foto: IAI
Regulasi baru tersebut akan diterapkan bertahap dengan pendekatan climate first dan integrasi kebijakan taksonomi berkelanjutan.
Sementara itu, Anggota Dewan Standar Keberlanjutan (DSK) IAI sekaligus Sustainability Leader PwC Indonesia Yuliana Sudjonno menilai implementasi SPK akan berdampak langsung terhadap strategi bisnis dan akses perusahaan terhadap investor global.
“Implementasi SPK tidak lagi dapat dipandang sekadar sebagai kewajiban pelaporan, tetapi sebagai fondasi untuk memperkuat strategi bisnis dan menciptakan nilai jangka panjang,” ujarnya.
Menurutnya, integrasi aspek keberlanjutan dalam pengambilan keputusan dapat membantu perusahaan mengelola risiko dan peluang secara lebih komprehensif sehingga memperkuat kinerja finansial dan daya tarik investasi.
Baca Juga: Perkuat Basis Investor, OJK Ajak Generasi Muda jadi Penggerak Pasar Modal
Baca Juga: Ekonomi RI Tertinggi di G20, Pemerintah Kawal Pasar Modal Hadapi Capital Outflow
Forum tersebut juga menekankan pentingnya kesiapan pimpinan perusahaan, termasuk CEO dan CFO, dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam strategi korporasi, manajemen risiko, hingga komunikasi kepada investor.
IAI, BEI, dan OJK menilai implementasi SPK menjadi bagian penting dalam memperkuat integritas, kredibilitas, dan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: