Kredit Foto: Danareksa
PT Danareksa (Persero) bersama anggota Holding BUMN Danareksa menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan 14 ekor sapi dan 12 ekor kambing dalam program “Kurban Berkah Berdayakan Desa” pada momentum Iduladha 1447 Hijriah. Program yang dipusatkan di PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) itu ditargetkan menjangkau sekitar 3.800 keluarga prasejahtera di tujuh kelurahan ring satu kawasan industri sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi mikro masyarakat.
Penyaluran hewan kurban tersebut merupakan kontribusi kolektif sejumlah anggota holding Danareksa dari klaster kawasan industri maupun non-kawasan industri. Jumlah hewan kurban yang disalurkan tahun ini meningkat sekitar 27% dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya di Makassar.
Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Ngurah Wirawan, mengatakan program kurban tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan sosial, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang menjangkau berbagai pelaku usaha dalam rantai pasok.
“Ibadah kurban sejatinya adalah instrumen redistribusi kesejahteraan yang sangat efektif di mana setiap hewan kurban menghidupkan rantai ekonomi yang panjang, mulai dari peternak, sopir truk, hingga penggerak ekonomi skala kecil seperti pembuat plastik pembungkus. Fenomena backward economy ini sejalan dengan DNA Holding strategis Kawasan Industri di mana kami hadir sebagai lokomotif yang menarik rantai pasok di belakangnya untuk menggerakkan perekonomian kerakyatan,” ujar Ngurah.
Menurut dia, program tersebut menjadi bagian dari transformasi Danareksa menuju ekosistem Kawasan Industri Indonesia yang berorientasi pada penciptaan nilai tambah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Saat ini, Holding BUMN Danareksa mengelola tujuh kawasan industri strategis yang tersebar di Medan, Jakarta, Semarang, Batang, Surabaya, dan Makassar. Jaringan kawasan industri tersebut memiliki keterhubungan langsung dengan ribuan tenaga kerja, pelaku usaha, dan komunitas pendukung aktivitas industri.
Adapun penyaluran kurban melibatkan perusahaan-perusahaan dalam klaster inti, yakni PT Kawasan Industri Medan (KIM), PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), dan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).
Sementara itu, kontribusi juga berasal dari klaster non-inti yang meliputi PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), PT Nindya Karya, PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), PT Jalin Pembayaran Nusantara, PT Danareksa Capital, dan PT Danareksa Finance.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: