AI Makin Diatur, Zentara Kantongi Standar Global Pengelolaan Risiko
Kredit Foto: Zentara
Presiden dan Co-founder Zentara Technologies, Darian Kuswanto, mengatakan sertifikasi tersebut diperoleh untuk memastikan penggunaan AI yang lebih terukur dan akuntabel, terutama bagi pelanggan dari sektor yang memiliki regulasi ketat.
“ISO/IEC 42001 mendorong kami untuk mendokumentasikan praktik yang selama ini sudah kami jalankan dan mengujinya melalui proses audit. Nilai utamanya terletak pada mekanismenya: inventaris model yang terus diperbarui, komite review yang aktif bertemu, hingga kontrol yang memiliki bukti implementasi,” kata Darian.
Ia menambahkan, kebutuhan terhadap tata kelola AI yang kuat semakin penting karena banyak klien perusahaan berasal dari sektor perbankan, pemerintahan, dan infrastruktur kritikal yang menuntut transparansi serta pengelolaan risiko yang jelas dalam penerapan teknologi AI.
Dalam implementasinya, sistem AIMS Zentara mencakup sejumlah mekanisme pengawasan, antara lain registrasi risiko AI, inventaris model, komite tata kelola lintas fungsi, prosedur pengelolaan data dan evaluasi model, pengawasan manusia terhadap sistem AI, integrasi respons insiden AI ke pusat operasi keamanan 24 jam, serta pencatatan keputusan untuk penggunaan AI berisiko tinggi.
Baca Juga: Folago (IRSX) Luncurkan AI Digital Twin, Buka Akses Promosi Digital UMKM
Baca Juga: Confluent Gaspol AI Real-Time, Keamanan Data Jadi Fokus Utama
Secara global, ISO/IEC 42001 mulai menjadi salah satu acuan regulator dalam menyusun kebijakan tata kelola AI, termasuk penyelarasan dengan EU AI Act di Eropa dan sejumlah kerangka regulasi yang tengah berkembang di kawasan Asia. Standar tersebut juga memiliki keterkaitan dengan AI Verify, kerangka pengujian tata kelola AI yang dikembangkan Singapura melalui Infocomm Media Development Authority (IMDA).
Di tengah meningkatnya pemanfaatan AI di sektor bisnis dan layanan publik, sertifikasi ini menjadi indikator penting bagi perusahaan teknologi untuk menunjukkan kesiapan tata kelola, pengendalian risiko, dan akuntabilitas dalam pengembangan maupun implementasi sistem kecerdasan buatan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: