Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menteri Jumhur: Gen Z Generasi Solusi Hadapi Krisis Global

Menteri Jumhur: Gen Z Generasi Solusi Hadapi Krisis Global Kredit Foto: SPSI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, menilai Generasi Z merupakan generasi solusi dalam menghadapi krisis global yang tengah berlangsung.

Menurutnya, dunia saat ini sedang menghadapi triple planetary crisis, yakni krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Tantangan tersebut tidak lagi semata menjadi isu lingkungan, tetapi telah berdampak pada aspek ekonomi, sosial, kesehatan, hingga kemanusiaan.

“Indonesia berada di garis depan risiko perubahan lingkungan global. Namun kondisi ini bukan alasan untuk pesimis. Justru Indonesia memiliki legitimasi moral yang kuat untuk menjadi bagian penting dari solusi global,” ujar Menteri Jumhur, dikutip dari siaran pers KLH, Selasa (2/6).

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Jumhur melihat generasi muda sebagai kekuatan utama perubahan. Berdasarkan survei Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA), lebih dari 80 persen Gen Z Indonesia memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan hidup.

“Gen Z adalah generasi solusi. Tugas kita sekarang adalah mengubah kepedulian itu menjadi aksi nyata. Dari sekadar awareness menjadi movement, dari kepedulian menjadi inovasi, dan dari diskusi menjadi solusi,” terang Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur menjelaskan bahwa visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menempatkan keberlanjutan ekologis sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, transformasi menuju ekonomi hijau harus berjalan beriringan dengan upaya menciptakan kesempatan kerja yang inklusif dan berkeadilan.

Dunia ke depan akan membutuhkan semakin banyak profesi yang berorientasi pada keberlanjutan, mulai dari ahli energi terbarukan, pengelola sampah modern, insinyur lingkungan, peneliti biodiversitas, perencana kota hijau, carbon analyst, circular economy specialist, hingga wirausaha hijau.

Baca Juga: Ini Cara Dedi Mulyadi Tangani Sampah Bandung Raya, Targetkan Rampung dalam Tiga Hari

Kehadiran berbagai peluang green jobs ini juga menjadi bagian penting untuk memastikan transisi menuju ekonomi hijau berjalan secara inklusif, sehingga tidak ada generasi yang tertinggal (no generation left behind) dalam memperoleh kesempatan dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

“Transisi menuju ekonomi hijau diperkirakan akan melahirkan jutaan lapangan pekerjaan baru. Namun kita juga harus memastikan bahwa green jobs tersebut merupakan pekerjaan yang layak, memberikan perlindungan tenaga kerja, kesejahteraan, dan kesempatan yang adil bagi masyarakat. Masa depan ekonomi dunia tidak hanya digital, tetapi juga hijau. Future jobs are green jobs,” tegas Menteri Jumhur.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya