Miris! Konsumsi Susu Orang Indonesia Masih Kalah Jauh dari Malaysia dan Vietnam
Kredit Foto: Wjtodaycom
Menurut Merrijantij, rendahnya konsumsi susu menjadi salah satu alasan penting bagi pemerintah untuk terus mendorong peningkatan akses dan konsumsi susu masyarakat, termasuk melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ada ruang gerak dalam pemenuhan susu MBG. Kami menyadari ini masih ada ketertinggalan dalam suplainya mengingat memang selama ini kapasitas filling unit untuk volume yang ditetapkan di MBG ini masih belum sesuai dengan harapan," jelasnya.
Di sisi lain, Kementerian Pertanian terus mendorong inovasi pengembangan peternakan sapi perah guna mengejar target swasembada dan kedaulatan susu nasional. Salah satu strategi yang kini digencarkan adalah pemanfaatan lahan di wilayah dataran rendah.
Selama puluhan tahun, peternakan sapi perah di Indonesia identik dengan wilayah dataran tinggi yang memiliki suhu lebih sejuk. Namun, keterbatasan lahan di kawasan pegunungan mendorong pelaku usaha mulai mengembangkan peternakan di wilayah dataran rendah dengan dukungan teknologi modern.
Baca Juga: Ramai Isu MBG Bagikan Susu Formula Bayi, Pemerintah Langsung Revisi Pedoman
Baca Juga: BGN Tegaskan Tidak Buka Opsi Susu Formula Bayi dalam Program Makan Bergizi Gratis
Perwakilan Kementerian Pertanian, Makmun, mengatakan tren pembangunan peternakan sapi perah di dataran rendah mulai berkembang di sejumlah daerah.
"Jadi sekarang sudah banyak industri juga yang bangun di dataran rendah, seperti sekarang yang ada di Subang, ada yang bangun di Brebes, itu dataran rendah semua Bapak Ibu sekalian," ungkap Makmun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: