- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Kapasitas Kemasan Susu Baru Penuhi 49,7% Kebutuhan MBG, Kemenperin Dorong Investasi Baru
Kredit Foto: Danone SN Indonesia
Meski demikian, tambahan kapasitas tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan program MBG yang terus meningkat.
"Dan memang kami menyadari tiga perusahaan yang meningkatkan kapasitas ini belum sepenuhnya bisa mendukung program MBG kita," ujar Merrijantij.
Karena itu, pemerintah menilai penguatan kapasitas pengolahan dan pengemasan susu masih menjadi pekerjaan rumah utama dalam rantai pasok industri susu nasional.
Untuk mempercepat pengembangan industri, pemerintah juga membuka peluang bagi koperasi untuk terlibat dalam pengolahan susu. Kemenperin menyiapkan berbagai dukungan, termasuk program restrukturisasi mesin dan peralatan.
"Kami sangat mendukung koperasi-koperasi untuk melakukan pengolahan. Pimpinan kami juga mendukung dan memberikan fasilitas program restrukturisasi berupa reimbursement hingga 35%," kata Merrijantij.
Baca Juga: Demi Swasembada Susu, Kementan Dorong Ekspansi Peternakan ke Subang dan Brebes
Baca Juga: Kebutuhan Susu Program MBG Meledak, BGN Cari Solusi Jangka Panjang
Di sisi lain, sektor peternakan sapi perah nasional juga masih menghadapi tantangan besar. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan) Makmun mengungkapkan sekitar 75% kebutuhan susu nasional saat ini masih dipenuhi melalui impor.
"Sebagaimana kita ketahui, produksi susu dalam negeri baru sekitar 25%, sedangkan sisanya atau sekitar 75% masih impor," ujar Makmun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri