Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Turun 1,70% di Akhir Perdagangan Dana Rp262 Triliun Menguap

IHSG Turun 1,70% di Akhir Perdagangan Dana Rp262 Triliun Menguap Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Pelemahan indeks masih dipimpin saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penggerak utama IHSG.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,81% ke level 5.425 dengan kapitalisasi pasar Rp662 triliun. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 3,85% ke level 4.000 dengan kapitalisasi pasar Rp535 triliun.

Selanjutnya, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) terkoreksi 0,18% ke level 190.650 dengan kapitalisasi pasar Rp454 triliun. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 3,10% ke level 2.810, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 1,98% ke level 3.970.

Pada kelompok saham yang mengalami pelemahan terdalam, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) dan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) sama-sama turun 15%. Berikutnya PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) melemah 14,97%, PT Pinnacle Persada Investama (XPDV) turun 14,97%, serta PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) terkoreksi 14,94%.

Di tengah dominasi tekanan jual, sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan signifikan. PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) memimpin daftar top gainers dengan lonjakan 34,58%, diikuti PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang naik 32,99%.

Baca Juga: Tak Lagi Pasang Target, tapi Purbaya Jamin IHSG Naik: Fiskal Kita Gak Ada Masalah

Baca Juga: Baru Dibuka IHSG Langsung Terjun Bebas ke Level 5.000, Sebanyak 348 Saham Melemah

Selanjutnya, saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menguat 24,45%, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) naik 18,28%, dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) bertambah 17,21%.

Dari sisi komposisi perdagangan, nilai transaksi saham yang menguat tercatat Rp9,88 triliun, sedangkan transaksi pada saham yang melemah mencapai Rp10,8 triliun. Data tersebut menunjukkan tekanan jual masih lebih dominan dibandingkan minat beli investor.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri