Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Luhut Blak-blakan Soal BI Rate Naik: Memang Buat Ngerem Pelemahan Rupiah

Luhut Blak-blakan Soal BI Rate Naik: Memang Buat Ngerem Pelemahan Rupiah Kredit Foto: Youtube IDN
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mendukung keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,5 persen di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Menurut Luhut, langkah yang diambil bank sentral tersebut merupakan kebijakan yang tepat untuk meredam pelemahan mata uang Garuda yang belakangan tertekan terhadap dolar Amerika Serikat.

“Kan bagus, ngerem anu (pelemahan Rupiah),” kata Luhut saat tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).

Luhut menegaskan kenaikan suku bunga acuan itu bukan keputusan yang dilakukan secara mendadak oleh Bank Indonesia.

Ia menilai langkah tersebut merupakan respons yang wajar terhadap dinamika pasar keuangan, termasuk tekanan yang membuat nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.

“Nggak (dadakan). Bagus-bagus kok,” ujarnya.

Meski mendukung kebijakan pengetatan moneter tersebut, Luhut memastikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang kuat.

Ia menilai berbagai indikator ekonomi nasional masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, perhatian pemerintah saat ini tidak hanya tertuju pada pergerakan rupiah, tetapi juga perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian dunia.

“Ekonomi kita, fundamental masih oke,” kata Luhut.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa situasi geopolitik di kawasan Teluk, khususnya yang berkaitan dengan Selat Hormuz, tetap harus diwaspadai.

“Kita perlu ada perhatian di beberapa titik karena perang Teluk ini juga masih perang apa, Hormuz ini masih berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Luhut mengungkapkan kedatangannya ke Istana Kepresidenan merupakan bagian dari agenda rutin Dewan Ekonomi Nasional untuk melaporkan perkembangan ekonomi kepada Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Gubernur BI Bongkar Alasan Tiba-tiba Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50%

Laporan tersebut mencakup berbagai hasil pemantauan DEN terkait kondisi ekonomi nasional maupun perkembangan situasi global yang berpotensi memengaruhi Indonesia.

“Ya, kita melaporkan apa aja tiap Dewan Ekonomi tiap bulan atau tiap 5 minggu gitu,” kata Luhut.

Kenaikan BI Rate menjadi 5,5 persen sendiri menjadi salah satu langkah yang ditempuh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengantisipasi tekanan eksternal yang muncul akibat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama