Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kemnaker Andalkan Hubungan Industrial Transformatif untuk Jaga Daya Saing Investasi

Kemnaker Andalkan Hubungan Industrial Transformatif untuk Jaga Daya Saing Investasi Kredit Foto: Istimewa

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansah, menilai hubungan industrial yang harmonis merupakan salah satu modal penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Menurut dia, investasi asing tetap dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Namun, manfaat tersebut hanya dapat dirasakan secara optimal apabila tercipta hubungan yang sehat antara perusahaan, pekerja, dan pemerintah.

"Tujuan kita keberadaan investasi asing itu memang untuk penciptaan lapangan kerja dan bagaimana daerah mendapatkan manfaat ekonomi," ujar Trubus.

Ia menambahkan, stabilitas hubungan industrial menjadi salah satu faktor yang turut menentukan keberlanjutan investasi, terutama pada sektor-sektor padat karya dan industri strategis.

Sementara itu, Ketua II Perkumpulan Pengajar dan Praktisi Hukum Ketenagakerjaan Indonesia (P3HKI) Ahmad Ansyori menilai peningkatan investasi dan perlindungan pekerja tidak seharusnya dipertentangkan.

Menurut dia, Indonesia membutuhkan arus investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi kepatuhan terhadap aturan ketenagakerjaan juga harus tetap menjadi perhatian.

"Ratusan triliun itu memang kita butuhkan," kata Ansyori.

Ia menilai hubungan industrial yang kuat akan membantu menciptakan kepastian bagi dunia usaha sekaligus memberikan perlindungan yang memadai bagi pekerja.

Dalam forum yang sama, perwakilan pekerja PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Ikhsan Maolidi, turut mengikuti diskusi yang membahas penguatan hubungan industrial di Indonesia. Kehadiran unsur pekerja dalam forum tersebut menunjukkan pentingnya ruang dialog antara pekerja, pengusaha, pemerintah, dan akademisi dalam merespons berbagai tantangan ketenagakerjaan.

Di tengah upaya pemerintah meningkatkan daya tarik investasi, kualitas hubungan industrial dinilai semakin menentukan daya saing suatu negara. Selain kepastian regulasi dan kemudahan berusaha, investor juga mempertimbangkan stabilitas hubungan kerja sebagai salah satu indikator keberlanjutan usaha. 

Karena itu, penguatan hubungan industrial transformatif dinilai dapat menjadi fondasi penting dalam menjaga iklim investasi sekaligus meningkatkan produktivitas tenaga kerja nasional.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra