Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Teheran Sampai Memohon, Amerika Serikat Luncurkan Puluhan Rudal Tomahawk ke Iran

Teheran Sampai Memohon, Amerika Serikat Luncurkan Puluhan Rudal Tomahawk ke Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim para pejabat tinggi Iran mulai memohon agar serangan militer Amerika dihentikan setelah gelombang serangan besar-besaran menghantam sejumlah target strategis Republik Islam tersebut.

Trump mengungkapkan bahwa sejumlah petinggi Iran secara langsung menghubunginya setelah serangan terbaru militer AS yang menyasar fasilitas pertahanan dan radar Iran.

Baca Juga: Dokumen Rahasia Bocor, Iran Diam-diam Akan Gunakan Piala Dunia untuk Serang Jantung Amerika

Menurut Trump, komunikasi tersebut menjadi momen langka di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang dalam beberapa hari terakhir kembali terlibat aksi saling serang.

"Mereka menelepon saya dan meminta agar pemboman dihentikan," kata Trump, dikutip Kamis (11/6).

Pernyataan itu disampaikan setelah militer AS melancarkan serangan udara baru terhadap sejumlah target di Iran atas perintah langsung Trump.

Presiden AS tersebut mengungkapkan operasi militer terbaru melibatkan peluncuran 49 rudal Tomahawk yang didukung jet tempur untuk menghancurkan sistem radar dan pertahanan udara Iran.

Serangan itu disebut menghantam sejumlah posisi sekitar 64 kilometer dari Teheran serta wilayah pesisir barat daya Iran yang menghadap Teluk Persia.

Trump menggambarkan operasi tersebut sebagai serangan yang "ganas" dan "keras", sekaligus memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap meningkatkan eskalasi jika Iran tidak segera menyetujui kesepakatan yang diinginkan Washington.

"Kami akan membombardir mereka habis-habisan besok," ujar Trump.

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan AS kembali melancarkan serangan udara terhadap beberapa target di Iran.

Menurut CENTCOM, operasi dimulai pada Rabu pukul 17.15 waktu setempat sebagai respons atas apa yang disebut sebagai agresi Iran yang terus berlanjut terhadap kepentingan Amerika.

Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah penting Iran seperti Sirik, Pulau Qeshm, Minab, dan Isfahan.

Militer Amerika menyebut sasaran serangan mencakup fasilitas pengawasan militer, sistem komunikasi, serta pertahanan udara yang dinilai mengancam pasukan AS dan jalur pelayaran internasional di kawasan.

CENTCOM menegaskan operasi tersebut merupakan bagian dari serangan bela diri dan menekankan bahwa pasukan Amerika tetap siap menghadapi kemungkinan balasan dari Iran.

Klaim Trump mengenai adanya permintaan langsung dari pejabat Iran untuk menghentikan serangan menjadi indikasi terbaru bahwa tekanan militer Washington mulai memengaruhi kalkulasi politik Teheran. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait pernyataan Trump tersebut.

Baca Juga: 'Salah dari 90-an,' Prabowo Tegaskan Ingin Koreksi Arah Gerak Bangsa Indonesia

Di tengah ancaman serangan lanjutan dan negosiasi yang masih berlangsung, ketegangan antara Washington dan Teheran kembali memasuki fase yang sangat sensitif dengan risiko eskalasi yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar