Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cuan Bisnis Propertinya dengan Salim Grup Melonjak 10 Kali Lipat, Aguan Ungkap Rahasia Sukses

Cuan Bisnis Propertinya dengan Salim Grup Melonjak 10 Kali Lipat, Aguan Ungkap Rahasia Sukses Kredit Foto: ASG
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp578 miliar pada kuartal I-2026, melonjak lebih dari 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba tersebut ditopang oleh penjualan kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2 yang mencatat permintaan kuat dari investor dan pelaku usaha.

Selain mencatat lonjakan laba, emiten properti yang dikembangkan bersama Salim Grup tersebut juga membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun sepanjang tiga bulan pertama 2026.

Manajemen menyebut kinerja tersebut terutama didorong oleh meningkatnya penjualan lahan komersial di kawasan CBD PIK2 seiring bertambahnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma atau Aguan mengatakan perkembangan kawasan PIK2 mulai mencerminkan hasil dari strategi pengembangan yang dijalankan secara konsisten selama beberapa tahun terakhir.

“Kami mengapresiasi Bursa Efek Indonesia yang telah menyelenggarakan Public Expose Live 2026 sebagai sarana yang efektif untuk berkomunikasi dengan investor dan publik. Perkembangan PIK2 yang kami sampaikan hari ini menunjukkan bahwa kawasan ini terus bertumbuh tidak hanya dari sisi pengembangan properti, tetapi juga dari semakin berkembangnya aktivitas bisnis, pariwisata, hiburan, dan gaya hidup di dalamnya. Kami melihat fondasi yang dibangun secara konsisten selama bertahun-tahun kini semakin memperkuat peran PIK2 sebagai pusat aktivitas ekonomi baru dengan prospek pertumbuhan jangka panjang yang kuat,” ujar Aguan, dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (12/6/2026). 

Di tengah pertumbuhan kinerja tersebut, Perseroan terus memperkuat ekosistem kawasan melalui pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang.

Salah satunya melalui operasional Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang telah menjadi pusat kegiatan meetings, incentives, conventions, and exhibitions (MICE). Manajemen menyebut fasilitas tersebut telah mengamankan puluhan agenda nasional maupun internasional yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas bisnis di kawasan.

Selain itu, pembukaan bertahap Tol Kataraja dinilai meningkatkan konektivitas kawasan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan jaringan jalan tol utama di Jabodetabek.

Dari sisi fundamental, PANI memiliki total aset sekitar Rp50 triliun dan cadangan lahan sekitar 1.825 hektare yang menjadi basis pengembangan proyek jangka panjang.

Pekan lalu, Perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan tingkat kehadiran pemegang saham mencapai 91,69%.

Baca Juga: Gubernur DKI Buka Peluang Perpanjangan LRT Jakarta ke PIK 2 dan Bandara Soetta

Baca Juga: YouTube: Kreator Lokal Bisa Raup Cuan Global

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan, termasuk pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025, penggunaan laba bersih Perseroan, pembagian dividen tunai sebesar Rp5 per saham atau sekitar Rp90,6 miliar, penetapan remunerasi direksi dan dewan komisaris, penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil PMHMETD III dan PMTHMETD III.

Aguan mengatakan Perseroan akan tetap berfokus pada penguatan infrastruktur, konektivitas, dan fasilitas strategis untuk mendukung pengembangan kawasan dalam jangka panjang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri