Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

UTB Gelar Wisuda ke-25, Kukuhkan Lulusan yang Siap Bersaing di Era Kecerdasan Buatan

UTB Gelar Wisuda ke-25, Kukuhkan Lulusan yang Siap Bersaing di Era Kecerdasan Buatan Kredit Foto: UTB

“Wisudawan-wisudawati UTB harus punya aspirasi untuk menciptakan narasi Indonesia sebagai bangsa yang AI Capable, AI Creating, dan AI Enabled, bukan hanya AI Consuming. Tugas kita adalah mengakselerasi peningkatan daya dan kapasitas komputasi agar mampu bersaing di tingkat global,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan sebagai fondasi utama kemajuan. Menurutnya, setiap individu, keluarga, korporasi, bangsa, negara, hingga peradaban hanya dapat berkembang apabila memiliki keterbukaan terhadap gagasan, kolaborasi, dan perubahan.

“Keterbukaan adalah variabel paling fundamental yang mampu mengombinasikan kekuatan inovasi dan kekuatan preservasi. Tanpa keterbukaan, kita tidak akan bisa maju di level apapun,” jelasnya.

Di akhir orasinya, Gita mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan proses belajar sepanjang hayat melalui konsep brain circulation, yakni memperluas pengalaman, pengetahuan, dan jejaring baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Mudah-mudahan wisudawan-wisudawati UTB dapat melakukan brain circulation, meneruskan perjalanan akademisnya, sambil bekerja atau melanjutkan studi di berbagai daerah di Indonesia maupun di berbagai negara di dunia,” tuturnya.

Selain prosesi pengukuhan wisudawan, UTB juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa dengan tugas akhir terbaik dari masing-masing departemen. Pada Departemen Teknik Industri, penghargaan diberikan kepada Shandy Apriandi Kusmana, S.T., Gina Ginayanti, S.T., dan Seyhan Agung Fadlulloh, S.T.. Pada Departemen Teknik Informatika, penghargaan tugas akhir terbaik diraih oleh Mohammad Reihan Zakya Alawi, S.Kom., Syukrillah, S.Kom., dan Aqil Muhammad Fachrezi, S.Kom.

Sementara itu, dari Departemen Desain Komunikasi Visual, penghargaan diberikan kepada Siti Nur Alifa, S.Ds., Fanisa Tiara Anggita, S.Ds., dan Arny Rongko', S.Ds., atas karya dan penelitian yang dinilai memiliki kualitas akademik, kreativitas, serta kontribusi yang baik sesuai bidang keilmuannya masing-masing.

UTB juga menetapkan tiga lulusan sebagai Wisudawan Terbaik Wisuda 25, yaitu Rizky Pratama, S.T., dari Departemen Teknik Industri, Ryan Rizaldy, S.Kom., dari Departemen Teknik Informatika, dan Muhammad Yusril Yasir, S.Ds., dari Departemen Desain Komunikasi Visual.

Predikat wisudawan terbaik diberikan melalui proses penilaian komprehensif yang mempertimbangkan berbagai aspek, meliputi prestasi akademik, kualitas tugas akhir, keaktifan dalam organisasi, capaian prestasi selama masa studi, serta sikap dan etika yang ditunjukkan selama menempuh pendidikan di Universitas Teknologi Bandung.

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan wisudawan termuda dan tertua pada Wisuda 25. Gelar wisudawan termuda diraih oleh Gilang Widyaputra, S.Kom., dari Departemen Teknik Informatika yang lulus pada usia 21 tahun.

Baca Juga: Hasil Lebih Nyata, Pemerintah Klaim Kerja dari Rumah Dongkrak Bikin Giat ASN

Sementara itu, wisudawan tertua adalah Ardi Ginanjar, S.T., dari Departemen Teknik Industri yang berhasil menyelesaikan studinya pada usia 42 tahun. Capaian keduanya menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi dapat diraih oleh siapa saja tanpa dibatasi usia. 

Melalui penyelenggaraan Wisuda ke- 25 ini, Universitas Teknologi Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Dengan bekal kompetensi akademik, keterampilan profesional, serta kemampuan berinovasi, para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa, khususnya di era transformasi digital dan kecerdasan buatan yang terus berkembang pesat.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: