Pangi Bongkar Skenario Gibran: Terima Mahasiswa Demo untuk Nampar Wajah Prabowo
Kredit Foto: Istimewa
Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyoroti langkah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang menerima perwakilan mahasiswa berdemonstrasi pada Senin (15/6/2026).
Menurut Pangi, sikap Gibran tersebut bukan spontanitas, melainkan bagian dari skenario politik yang sudah didesain. Ia menilai bola panas tuntutan mahasiswa akhirnya dilemparkan kembali kepada Presiden Prabowo Subianto untuk ditindaklanjuti dalam waktu 5x24 jam.
"Saya enggak tahu itu panggungnya apa namanya — ngambil muka lah. Dan itu menurut saya itu desain settingan semua ya kan," ucap Pangi dalam kanal YouTube Refly Harun, dikutip Kamis (18/6).
"Dengan kemudian Gibran seolah-olah terkesan dia sangat demokratis — mengartikulasi, mengagregasi, tidak kabur, menyerap aspirasi mahasiswa — ditunggu semua mahasiswa di sana. Walaupun dia bilang saya punya plus minus, tapi kemudian itu dilemparkan ke Presiden Prabowo. Bola panasnya sekarang ada di Presiden Prabowo 5 kali 24 jam itu kan," imbuhnya.
Lebih jauh, Pangi menilai pertemuan tersebut juga menampar wajah Prabowo karena menjadikan krisis sebagai panggung politik.
"Nah, itu kan juga sebenarnya menampar wajah Presiden Prabowo. Ngapain begitu-gitu? Ngapain mereka mengambil panggung-panggung begitu — Gibran untuk apa gitu kan. Itu juga menampar wajahnya Presiden Prabowo gitu," ujar Pangi.
"Jadi dalam kondisi krisis pun mereka sudah ambil panggung gitu — dan itu terang-terangan dan sangat berani. Kecuali itu sudah berkomunikasi dengan Presiden, saya enggak tahu gitu," jelasnya.
Seperti diketahui, Gibran menemui langsung 15 perwakilan mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas Mohammad Husni Thamrin (MH Thamrin) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Gibran mengakui masih banyak kekurangan dalam perannya sebagai wakil kepala negara.
Baca Juga: Setoran Awal Haji Diusul Naik, Prabowo Justru Minta Turun? Ini Kata Menhaj
"Saya sadar masih banyak minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama. Makanya ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan. Saya senang mahasiswa kritis ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran," ucapnya.
Mahasiswa kemudian menyerahkan memorandum berisi enam tuntutan utama, yang berfokus pada evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penolakan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: