Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

MBG Ikut Menentukan Citra Prabowo, Pimpinan BGN Diwanti-Wanti Punya Tugas Berat

MBG Ikut Menentukan Citra Prabowo, Pimpinan BGN Diwanti-Wanti Punya Tugas Berat Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Naniek S. Deyang memiliki tugas berat untuk mencegah terulangnya berbagai persoalan di Badan Gizi Nasional (BGN). Pergantian kepemimpinan harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Naniek sebagai ketua BGN yang baru harus mampu membuktikan bahwa pergantian kepemimpinan benar-benar membawa perbaikan. Jangan sampai Presiden Prabowo kembali dipermalukan karena jatuh ke lubang yang sama," kata Pengamat hukum dan politik Muhammad Gumarang dalam keterangan tertulis.

Menurut Gumarang, tantangan yang dihadapi pimpinan baru BGN tidaklah ringan. Selain menghadapi persoalan hukum yang sebelumnya mencuat dan melibatkan mantan pimpinan serta pihak rekanan, program MBG juga mendapat berbagai sorotan terkait pelaksanaannya di lapangan.

Ia menyebut sejumlah persoalan yang menjadi perhatian publik, mulai dari dugaan keracunan makanan, penolakan program di sejumlah sekolah, hingga pertanyaan mengenai kualitas gizi dan efektivitas penggunaan anggaran.

Gumarang juga menyoroti latar belakang Naniek yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Dengan posisi tersebut, ia dinilai memahami berbagai persoalan internal lembaga sehingga memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memastikan proses pembenahan dilakukan secara menyeluruh.

"Sebagai bagian dari pimpinan sebelumnya, tentu beliau memahami berbagai persoalan yang terjadi di internal BGN. Karena itu, publik akan menaruh harapan sekaligus melakukan pengawasan terhadap langkah-langkah yang diambil ke depan," ujarnya.

Lebih lanjut, Gumarang menilai besarnya anggaran yang dialokasikan untuk program MBG menuntut penguatan tata kelola serta sistem pengawasan yang lebih ketat agar tidak kembali menjadi celah terjadinya penyimpangan.

Menurutnya, program yang dibiayai ratusan triliun rupiah tersebut membutuhkan transparansi, akuntabilitas, dan mekanisme pengawasan yang efektif sejak tahap pengadaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas gizi yang diberikan, ketepatan sasaran, serta kemampuan pemerintah menjaga setiap rupiah anggaran negara agar digunakan sesuai peruntukannya.

Baca Juga: Prabowo Bongkar Fakta Kelaparan Global, Sindir Penolak MBG

Gumarang menilai kepercayaan publik terhadap program tersebut akan sangat bergantung pada integritas pengelolaannya.

"Program MBG merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, kepemimpinan baru harus memastikan program ini bebas dari praktik korupsi, dikelola secara profesional, dan tidak kembali mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo," kata Gumarang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat