Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Alarm Bahaya Kopdes Merah Putih: Program Belum Beroperasi, Nyawa Sudah Melayang

Alarm Bahaya Kopdes Merah Putih: Program Belum Beroperasi, Nyawa Sudah Melayang Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wartawan senior Hersubeno Arief menilai alarm tanda bahaya dari program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah berbunyi, meski koperasi tersebut belum beroperasi optimal untuk masyarakat.

"Belum satu Koperasi Desa Merah Putih yang benar-benar beroperasi. Belum ada satu pun koperasi yang membuktikan manfaatnya bagi masyarakat. Tetapi alarm tanda bahaya sudah berbunyi," ungkap Hersu dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Jumat (26/6).

Tanda bahaya pertama adalah meninggalnya tiga calon manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih usai menjalani Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).

"Tiga orang calon manajer Koperasi Desa Merah Putih meninggal dunia ketika mengikuti latihan dasar militer," ujar Hersu.

Selain itu, muncul polemik impor ribuan kendaraan pikap Mahindra dari India untuk Kopdes Merah Putih. Polemik ini menimbulkan pertanyaan publik terkait alasan memilih produk impor, kesiapan layanan purna jual, hingga laporan adanya unit yang mengalami gangguan setelah tiba di Indonesia.

"Semua itu terjadi bahkan sebelum koperasinya itu mulai beroperasi atau belum mulai bekerja," tandas Hersu.

Kementerian Pertahanan RI telah mengonfirmasi secara resmi dan menyampaikan duka cita atas wafatnya tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

“Kementerian Pertahanan menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya 3 peserta Program SPPI,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

Berdasarkan keterangan medis Kemhan, ketiga calon pengelola koperasi tersebut meninggal akibat penurunan kondisi fisik saat pelatihan:.

1. Anisa Muyassaroh meninggal dunia setelah mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan dan Kejuruan Resimen Induk Daerah Militer VI/Mulawarman, Balikpapan. Ia wafat pada 8 Juni 2026 akibat heat stroke dan henti jantung.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Terancam Jadi 'Dapur Fiktif' Jilid II

2. Yonanda Muhammad Taufiq meninggal dunia setelah mengikuti pelatihan militer di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad), Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Ia wafat pada 17 Juni 2026 setelah kondisi kesehatan menurun drastis.

3. Novia Rahmadhani Sihotang meninggal dunia setelah mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan Pusat Bahasa Kodiklatau, Jakarta. Ia wafat pada 23 Juni 2026 di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa dengan riwayat penyakit Tuberkulosis (TB).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya