Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tuntutan Demo Mahasiswa Hasil Kajian atau Bagian Upaya Menggembosi Pemerintah Prabowo, Kata Pengamat

Tuntutan Demo Mahasiswa Hasil Kajian atau Bagian Upaya Menggembosi Pemerintah Prabowo, Kata Pengamat Kredit Foto: Akun X @fuhrerniq
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gelombang demonstrasi mahasiswa yang belakangan muncul di berbagai daerah dinilai perlu mendapat perhatian lebih mendalam. Bukan untuk membatasi kebebasan berpendapat, tetapi untuk memastikan apakah tuntutan yang disuarakan benar-benar lahir dari kajian akademis atau justru dimanfaatkan pihak tertentu untuk melemahkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi mengatakan aksi demonstrasi merupakan bagian yang sah dalam sistem demokrasi dan tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Namun, ia menilai penting untuk mengetahui dasar dari meningkatnya eskalasi aksi mahasiswa yang terjadi belakangan ini.

Baca Juga: Fakta Baru Soal Pemadaman Bergilir di Jawa Bikin Kesal Pemerintah: Batu Bara Mau Habis Baru Teriak

"Memang eskalasi demonstrasi mahasiswa juga perlu didalami, apakah tuntutannya memang berdasarkan hasil kajian dan riset yang mendalam. Kita berharap tidak ada oknum yang menunggangi aksi mahasiswa yang ingin menggembosi pemerintah," kata Alwan, dikutip Jumat (26/6).

Menurut Alwan, Prabowo sejauh ini justru menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik. Hal itu, katanya, terlihat dari kesediaan pemerintah menerima demonstran dan membuka ruang dialog.

"Demonstrasi itu bagus untuk negara demokrasi. Hal yang perlu diapresiasi kepada pemerintah adalah mau menerima dan membuka dialog dengan demonstran. Hal itu menunjukkan pemerintahan Pak Prabowo demokratis dan tidak antikritik," ujarnya.

Ia mencontohkan keterbukaan pemerintah juga tampak saat menerima berbagai masukan dari ekonom dan masyarakat mengenai pelemahan nilai tukar rupiah serta penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurutnya, pemerintah kemudian menyesuaikan kebijakan fiskal dan moneter berdasarkan faktor-faktor yang menjadi penyebab utama tekanan terhadap perekonomian nasional.

Alwan juga menyinggung evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu fokus kritik mahasiswa. Ia menilai pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan dalam pelaksanaannya.

"MBG merupakan bentuk komitmen Pak Prabowo dalam menepati janji politik kampanyenya. Ketika ada kekurangan dalam implementasi MBG, pemerintah langsung melakukan mitigasi dan membuka ruang perbaikan ke depan," katanya.

Dengan adanya komitmen pemerintah untuk memperbaiki berbagai kebijakan serta membuka komunikasi dengan publik, Alwan berpandangan intensitas demonstrasi seharusnya mulai menurun apabila seluruh aspirasi telah memperoleh respons.

Baca Juga: Roy Suryo Ngaku Sulit Bedakan Sikap Polisi dengan Perampok Saat Ditangkap di Kasus Ijazah Jokowi

Karena itu, ia berharap aksi mahasiswa tetap berpijak pada kajian ilmiah dan kepentingan publik, bukan dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang memiliki agenda politik untuk melemahkan pemerintah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar