Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

dr Tifa: Buat Nangkap Saya Butuh 4 Mobil Berisi 30 Reserse! Sudah Kayak Gembong Narkoba

dr Tifa: Buat Nangkap Saya Butuh 4 Mobil Berisi 30 Reserse! Sudah Kayak Gembong Narkoba Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dokter Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa Dr Tifa akhirnya buka suara pasca-penangkapan dirinya oleh pihak kepolisian pada Jumat 19 Juni 2026, pekan kemarin.

Meski saat ini penahanannya resmi ditangguhkan, Dr Tifa mengaku sama sekali tidak terkejut dengan tindakan aparat hukum tersebut.

Menurutnya, momen penangkapan yang terjadi pada Jumat (19/6/2026) lalu itu sudah masuk dalam kalkulasi dan simulasi pribadinya sejak setahun lalu.

"Saya setahun sudah ada simulasi A, B, C, D, termasuk saya sudah kalkulasi saya ditangkap, saya enggak heran. Semua sudah disimulasikan, mereka polisi pasti akan ngerjain saya," ujar Dr Tifa dalam wawancara bersama Bambang Widjojanto, Jumat (19/6/2026).

Kendati sudah memprediksi penangkapan tersebut, Dr Tifa menyoroti pengerahan personel kepolisian yang dinilainya sangat berlebihan.

Ia membandingkan proses penjemputan dirinya dan pakar telematika, Roy Suryo, seperti operasi penangkapan gembong narkoba kelas kakap.

Ia membeberkan bahwa ada sekitar empat mobil penuh personel yang mendatangi kediamannya. Secara total, ada puluhan aparat yang diterjunkan hari itu.

"Tapi memang jadi catatan publik, bahwa kita memang berdua, saya sama Mas Roy, di hari berkah itu mendapatkan pengalaman kayak gembong narkoba. Bayangkan 4 mobil, orangnya penuh, mungkin ada 30 orang untuk menangkap seorang perempuan yang tidak ke mana-mana. Total ada 88 orang operasi penangkapan reserse untuk hari itu, buat kami berdua," ungkapnya.

Dr Tifa menilai pengerahan puluhan personel tersebut sengaja dilakukan untuk menjatuhkan martabatnya di depan publik. Padahal, ia mengklaim selama tujuh bulan terakhir selalu bersikap kooperatif dan disiplin memenuhi kewajiban wajib lapor.

"Negosiasi saya tak terbantahkan, bahwa selama ini kooperatif. Tepat waktu disuruh wajib lapor jam 10, ya datang tepat waktu, tanpa harus begini. Itu buat menjatuhkan marwah saya," tuturnya.

Ia juga menceritakan sempat terjadi ketegangan dan adu argumen dengan petugas di area rumahnya, meski kondisinya tidak separah apa yang dialami oleh Roy Suryo.

"Ketika kami berdebat di parkiran rumah saya, syukur saya tidak didobrak kayak Mas Roy," tambah Dr Tifa.

Ketika ditanya mengenai respons keluarga, Dr Tifa menegaskan bahwa anak-anaknya saat ini dalam kondisi tegar. Berkat persiapan mental yang matang selama satu tahun terakhir, keluarganya berhasil melewati masa-masa sulit, termasuk tekanan berupa doxing di media sosial.

"Reaksi anak-anak saya, mereka melampaui masa kedukaan. Anak-anak saya dapat doxing udah melewati fase ketakutan, anak-anak sudah tahu. Saya diuntungkan dengan waktu satu tahun sudah persiapan secara mental," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat