Pendeta Tewas Ditembak di Intan Jaya, Pigai Desak Evaluasi Penugasan Militer di Papua
Kredit Foto: Instagram/Natalius Pigai
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyampaikan keprihatinan atas tewasnya seorang pendeta Gereja Kristen Injili (GKI) di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Ia meminta peristiwa yang terus menelan korban jiwa menjadi perhatian serius.
Pigai meminta Panglima TNI dan Kapolri mengendalikan personel yang bertugas di Papua. Permintaan itu disampaikan menyusul insiden penembakan yang kini masih didalami aparat.
"Penembakan pendeta di Intan Jaya dan Papua, kita minta Panglima TNI dan Kapolri agar mengendalikan anggotanya yang bertugas di Papua," tegas Pigai, Rabu (1/7/2026).
Menurut Pigai, perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas. Ia menilai hak hidup masyarakat wajib dijamin dalam setiap upaya menjaga keamanan.
Pigai juga menyoroti masih tingginya korban sipil di Papua. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa.
"Hampir setiap hari ada kematian warga sipil tidak berdosa," ujarnya.
Kementerian HAM menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Papua. Koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait juga akan dilakukan untuk memastikan setiap dugaan pelanggaran HAM ditangani sesuai hukum.
Baca Juga: Soal Hukuman Taufik Hidayat, Pigai Minta Tanpa Restorative Justice
Pigai mengaku menerima laporan dari Bupati Intan Jaya mengenai penemuan jenazah korban. Ia kemudian kembali meminta evaluasi terhadap penugasan militer di Papua serta proses hukum yang transparan.
"Jadi saya sekali lagi minta Mabes TNI/Polri untuk evaluasi deployment militer di Papua. Panglima TNI dan Kapolri harap bisa kendalikan anggotanya dan lakukan proses hukum secara transparan," tegasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: