Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Badai PHK Tokped-TikTok, Said Iqbal Bakal Turun Langsung Investigasi Lapangan

Badai PHK Tokped-TikTok, Said Iqbal Bakal Turun Langsung Investigasi Lapangan Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menegaskan akan turun langsung ke lapangan guna menindaklanjuti isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menerpa Tokopedia dan TikTok.

Langkah ini diambil untuk mengumpulkan fakta secara utuh sebelum pemerintah menentukan kebijakan lebih lanjut.

"Kita tidak boleh hanya mendengar dari satu sisi. Pemerintah harus mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi," ujar Said Iqbal dalam keterangan persnya.

Untuk mendapatkan informasi yang berimbang, Said menyatakan tengah menjadwalkan pertemuan dengan kedua belah pihak yang terlibat.

"Saya sedang mengatur waktu untuk bertemu langsung dengan para pekerja maupun pihak perusahaan," tambahkan dia.

Said Iqbal menjelaskan bahwa sektor ekonomi digital berbasis platform memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan industri manufaktur konvensional. Oleh karena itu, setiap persoalan ketenagakerjaan di sektor ini wajib dilihat secara komprehensif.

Demi mengurai masalah ini, Said tidak akan bergerak sendirian. Ia berencana menggandeng kementerian terkait untuk melakukan investigasi mendalam.

"Saya akan mengajak Kementerian Ketenagakerjaan untuk bersama-sama melakukan pendalaman agar diketahui secara jelas akar persoalannya," kata Said.

Ia menegaskan, jika dalam proses pendalaman nanti ditemukan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan, pemerintah tidak akan segan mengambil tindakan tegas sesuai kewenangannya.

Kedepankan Dialog Konstruktif demi Selamatkan Pekerja

Meski bersikap tegas, Said Iqbal mengingatkan bahwa pemerintah juga harus bersikap objektif melihat kondisi bisnis yang sedang dihadapi perusahaan. Menurutnya, jika PHK dipicu oleh dinamika pasar, perubahan model bisnis, atau tekanan ekonomi yang logis, maka jalan keluarnya adalah dialog tripartit yang konstruktif.

"Tidak semua persoalan PHK memiliki penyebab yang sama. Kalau masalahnya berkaitan dengan situasi pasar atau kondisi bisnis perusahaan, tentu kita akan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik yang tetap melindungi pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan usaha," jelasnya.

Pendekatan preventif langsung di lapangan ini diklaim Said telah terbukti efektif dalam sejumlah kasus hubungan industrial sebelumnya. Ia mencontohkan, lewat mediasi dan dialog yang difasilitasi pemerintah, sekitar 4.000 pekerja sebelumnya berhasil diselamatkan dari ancaman PHK.

"Karena itu, pendekatan yang sama akan kami lakukan terhadap persoalan di sektor ekonomi digital," tegasnya.

Dalam waktu dekat, Said Iqbal menargetkan pertemuan bersama para pekerja Tokopedia dan TikTok serta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dapat segera terealisasi.

Langkah cepat ini, menurut Said, sejalan dengan visi dan instruksi langsung dari Kepala Negara untuk menjaga keseimbangan ekosistem kerja di Indonesia.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir untuk melindungi pekerja sekaligus menjaga iklim usaha yang sehat. Prinsipnya sederhana, setiap persoalan harus diselesaikan berdasarkan fakta, melalui dialog, dan dengan tetap menjunjung tinggi hukum yang berlaku," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: