Kredit Foto: Kemenprin
Kontribusinya terhadap perdagangan luar negeri juga tetap dominan. Selama Januari-Februari 2026, ekspor produk industri pengolahan mencapai Rp622,68 triliun atau berkontribusi sebesar 83,61 persen terhadap total ekspor nasional.
Di sisi lain, hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia juga menunjukkan tren positif. Nilai perdagangan bilateral kedua negara tumbuh 5,4 persen menjadi 4,8 miliar dolar AS sepanjang 2025. Sementara ekspor Indonesia ke Rusia meningkat 7,5 persen menjadi sekitar 1,8 miliar dolar AS.
Selama ini Indonesia mengekspor berbagai komoditas unggulan ke Rusia, seperti karet, kopi, kakao, teh, alas kaki, komponen elektronik, hingga produk kimia. Sebaliknya, Indonesia mengimpor pupuk, besi dan baja, serealia, bahan kimia organik, serta pesawat terbang dari Rusia.
Forum bisnis Russia–Indonesia Industrial Dialogue dalam rangkaian INNOPROM 2026 membahas tiga agenda utama, yakni pengembangan proyek industri bersama, peluang investasi bagi perusahaan industri di kedua negara, serta mekanisme pendukung bagi para eksportir.
"Saya yakin forum hari ini akan membawa kedua negara, khususnya sektor industri, dapat berkolaborasi secara konkret melalui inisiasi proyek-proyek kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan," kata Agus.
Baca Juga: Indonesia Tawarkan Empat Peluang Investasi Industri kepada Mitra Eurasia di INNOPROM 2026
Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan Rusia menandatangani tujuh dokumen kerja sama baru di bidang industri. Salah satunya merupakan MoU antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia.
Selain itu, lima MoU lainnya melibatkan berbagai pelaku industri, yakni Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), PT PCM Kabel Indonesia, PT Athira Maritim Indonesia, Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI) bersama United Industrial Corporation AK Bars, PT Minang Jordanindo dengan CHETRA LLC, serta Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia dengan Association of Clusters, Technology Parks, and Special Economic Zones of the Russian Federation (ACTPRF).
Kerja sama tersebut melengkapi dua nota kesepahaman yang telah ditandatangani sejak Desember 2025 di bidang industri galangan kapal dan studi krisotil asbestos.
Melalui peran sebagai Partner Country di INNOPROM 2026, Indonesia berharap dapat membangun kemitraan industri jangka panjang dengan Rusia sekaligus memperluas penetrasi produk manufaktur nasional ke pasar Eurasia. Langkah ini juga diharapkan memperkuat daya saing industri Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman