Nasib Amerika Dipermalukan Belgia 4-1 di Piala Dunia Jadi Bahan Candaan Eropa di KTT NATO
Kredit Foto: Istimewa
Kekalahan Timnas Amerika Serikat dari Belgia pada babak 16 besar piala dunia ternyata ikut mewarnai suasana dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Ankara, Turki. Sejumlah pemimpin aliansi dilaporkan memilih berhati-hati agar tidak menyinggung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever menjadi salah satu pemimpin yang pertama menyinggung kemenangan negaranya atas Amerika Serikat. Ia berseloroh bahwa presiden dari negara tersebut memiliki karakter yang mudah kesal ketika menghadapi sesuatu yang tidak disukainya.
Baca Juga: Siapkan Berbagai Skenario, Israel Diam-diam Nantikan Kembali Berkobarnya Perang Iran-Amerika
"Dia punya reputasi kadang bereaksi agak kesal terhadap hal-hal yang tidak dia sukai, dan saya pikir kekalahan ini akan terasa sangat menyakitkan baginya," ujar De Wever, dikutip Kamis (9/7).
De Wever mengungkapkan kemenangan negaranya dengan skor 4-1 menjadi topik pembicaraan yang paling sering muncul di KTT NATO.
"Semua orang membicarakan satu hal, yaitu ucapan selamat atas kemenangan pantas dari Red Devils," katanya.
Ia kemudian menyindir bahwa pihak yang kalah dalam pertandingan tersebut justru merupakan mitra terbesar NATO.
"Tentu saja pihak yang kalah juga hadir di sini. Kebetulan itu adalah mitra terbesar NATO," ungkapnya.
De Wever, meski sebelumnya berusaha menghindari pembahasan sepak bola, akhirnya kembali melontarkan sindiran yang dikaitkan dengan kontroversi kartu merah Folarin Balogun. Bantuan Ukraina menurutnya bisa diartikan sebagai "kartu merah" yang ditujukan kepada Rusia.
"Ini juga kartu merah yang sangat kuat untuk Putin. Kartu merah tidak bisa begitu saja dicabut. Anda tahu itu."
Pernyataan tersebut dipandang sebagai sindiran terhadap kontroversi sebelumnya dari Donald Trump. Ia diketahui meminta federasi sepak bola dunia (FIA) meninjau kembali kartu merah yang diterima oleh Penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Permintaan itu berujung pada dicabutnya hukuman larangan bermain sang striker sehingga ia tetap tampil saat menghadapi Belgia. Namun, keputusan tersebut tidak mampu menyelamatkan timnya yang justru kalah telak 1-4 dan tersingkir dari turnamen.
Trump sendiri hingga kini belum memberikan komentar publik mengenai kekalahan tim nasional negaranya. Namun, Pemain Belgia sempat mengejek politikus itu dengan menirukan tarian khasnya saat merayakan gol keempat mereka.
Candaan juga datang dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Starmer berseloroh bahwa negaranya hanya mampu menjuarai piala dunia ketika dikuasai Partai Buruh.
Rangkaian candaan para pemimpin kawasan euro menunjukkan besarnya sorotan terhadap kekalahan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. Ia tidak hanya menjadi sorotan dunia sepak bola, tetapi juga ikut meramaikan percakapan di forum diplomatik tingkat tinggi yang membahas isu keamanan internasional.
Menurut sejumlah pejabat yang mengikuti pertemuan tersebut, para pemimpin negara anggota aliansi sempat berdiskusi secara informal agar tidak mengangkat topik sepak bola saat bertemu Trump. Langkah itu dilakukan karena mereka khawatir kekalahan negara tersebut dapat memengaruhi suasana pembahasan isu-isu penting dalam aliansi militer tersebut.
Baca Juga: Iran Tantang Amerika Jalankan Rencana Kuasai Pulau Kharg: Bersiaplah, Kalian Akan Masuk Neraka
Pertemuan aliansi tersebut diketahui berlangsung di tengah upaya negara-negara kawasan euro menjaga hubungan baik dengan Washington. Hal itu terutama setelah sang presiden berulang kali mendesak sekutu-sekutunya meningkatkan belanja pertahanan. Namun, suasana serius itu tak sepenuhnya mampu menahan candaan mengenai hasil Piala Dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: