Ekspor ke Armenia Melonjak 83 Persen, Indonesia Jajaki Kerja Sama Industri Baru di INNOPROM 2026
Kredit Foto: Kemenprin
"Indonesia memandang Armenia bukan hanya sebagai mitra bilateral, melainkan juga sebagai pintu strategis menuju kawasan CIS yang dinamis melalui keanggotaannya dalam Eurasian Economic Union (EAEU), yang turut memberikan nilai tambah signifikan bagi pengembangan kerja sama industri kedua negara ke depan," ujar Agus.
Prospek kerja sama tersebut semakin terbuka setelah Indonesia dan EAEU menandatangani Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) pada 21 Desember 2025 di St. Petersburg. Perjanjian itu membuka akses ke pasar Eurasia yang berpenduduk hampir 180 juta jiwa, dengan lebih dari 85 persen nilai perdagangan memperoleh fasilitas preferensi tarif.
Sebagai tindak lanjut penguatan hubungan industri, Kementerian Perindustrian telah mengajukan rancangan Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama industri kepada Pemerintah Armenia melalui jalur diplomatik.
Baca Juga: Bidik Pasar Eurasia, Indonesia Kantongi Tujuh MoU Industri di INNOPROM 2026
Rancangan MoU tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pertukaran informasi mengenai standar teknis dan regulasi industri, penguatan kerja sama bisnis, alih teknologi, pengembangan rantai pasok industri, penyelenggaraan forum bisnis bersama, pengembangan kawasan industri, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Kementerian Perindustrian berharap Armenia segera memberikan tanggapan positif agar proses finalisasi kesepakatan dapat segera dimulai.
Pertemuan dengan Armenia menjadi salah satu agenda bilateral Menperin pada hari pertama INNOPROM 2026. Pameran industri terbesar di kawasan Eurasia tersebut diikuti hampir 900 peserta dari lebih dari 50 negara dengan area pameran mencapai 50.000 meter persegi.
Bagi Indonesia, keikutsertaan sebagai Partner Country di INNOPROM 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat citra industri nasional di pasar Eurasia, menarik investasi, mendorong alih teknologi, serta membuka peluang kemitraan industri baru dengan berbagai negara, termasuk Armenia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: