Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Transformasi KAI Kerek Jumlah Penumpang, Kini Mencapai Lebih dari 128 Juta Pelanggan

Transformasi KAI Kerek Jumlah Penumpang, Kini Mencapai Lebih dari 128 Juta Pelanggan Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Transformasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas transportasi publik di Indonesia. Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari pembaruan fasilitas, tetapi juga dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin aman, nyaman, dan berorientasi pada pelanggan.

Salah satu contoh nyata dapat dilihat dari transformasi yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Sepanjang Januari - Maret 2026 saja, KAI tercatat melayani lebih dari 128 juta pelanggan, naik sekitar 10% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini bukan kebetulan, ia mencerminkan bagaimana transformasi yang selama bertahun-tahun dijalankan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI kini benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Menurut Djoko Setijowarno, Akademisi dan Pengamat Transportasi Darat, perubahan layanan kereta api dimulai dari pembenahan internal sebelum akhirnya dirasakan oleh pelanggan. Dia menjelaskan, transformasi tersebut diwujudkan melalui berbagai pembenahan, mulai dari sterilisasi stasiun hingga peningkatan kualitas fasilitas.

Stasiun yang sebelumnya kurang tertata perlahan berubah menjadi lebih bersih, terang, aman, dan nyaman. Fasilitas pendukung seperti toilet dan musala pun turut ditingkatkan agar mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik.

“Transformasi dimulai dari dalam organisasi sebelum diberikan kepada pelanggan. Pendekatan ini lebih efektif dibanding melakukan perubahan eksternal tanpa didukung pembenahan internal. Hasilnya pun telah terlihat dan didukung oleh pelanggan,” kata Djoko Setijowarno dalam podcast bertajuk Menilik Transformasi Pelayanan Kereta Api di Indonesia Sudah Setara Global! Baru - baru ini di Jakarta.

Perubahan tersebut kemudian dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai pengguna. Pandangan itu diperkuat oleh Taufik Effendi, Travel Content Creator yang telah menjajal layanan kereta api di 24 negara, sebuah tolok ukur yang membuat pengakuannya soal KAI terasa lebih berbobot.

Menurutnya, transformasi KAI bukan sekadar terlihat dari sisi fisik, tetapi juga tercermin dalam kualitas layanan yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Taufik mengaku telah mengikuti perkembangan KAI sejak masih duduk di bangku sekolah hingga saat ini.

“Saya merasakan sendiri transformasi KAI dari dulu sampai sekarang. Perubahannya jauh sekali. Sekarang naik kereta bukan hanya soal berpindah tempat, tetapi sudah menjadi pengalaman yang menyenangkan,” kata Taufik Effendi dalam podcast bertajuk Kenapa Video Naik Kereta Bisa Ditonton Jutaan Orang? Rahasia Storytelling Travel Content.

Baca Juga: KAI Integrasikan Karet dan BNI City Mulai September

Baca Juga: Tak Cuma Tepat Waktu, ini yang Bikin masyarakat Makin Loyal dengan Angkutan Kereta

Menurut Taufik, perubahan tersebut juga membuat perjalanan dengan kereta semakin diminati. Banyak masyarakat kini memilih kereta bukan hanya karena faktor efisiensi, tetapi juga karena kenyamanan dan kualitas layanan yang terus meningkat, sehingga pengalaman perjalanan pun menjadi bagian dari daya tarik yang ditawarkan KAI.

Kini, KAI memasuki fase digital lanjutan yang mengusung teknologi prediktif dan personalisasi. Fitur seperti check-in berbasis face recognition, pembayaran cashless lintas platform, serta pelacakan real-time dan loyalty program menjadi standar baru.

Hingga kini, transformasi yang dilakukan KAI terus berjalan. Dengan lebih dari 128 juta penumpang mempercayakan perjalanannya dalam tiga bulan pertama tahun 2026 saja, satu hal menjadi jelas, yakni transformasi ini bukan lagi wacana, melainkan pengalaman nyata yang setiap hari dirasakan jutaan masyarakat Indonesia dan akan terus berkembang seiring perusahaan memikirkan inovasi baru demi meningkatkan customer experience agar terus relevan dengan perubahan yang terjadi di konsumen di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman